BERITA FOTO
Sosok Mesak Magai dan Nabire Hebat
Minggu, 30 Juli 2023
Oleh Yulianus Magai (*)
Mesak Magai Adalah Seorang politik yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Nabire, Provisi Papua Tengah, untuk periode 2021-2026 dengan wakil Bupati dan Ismail Jamaluddin. Bupati Mesak yang lahir di Kegata, 5 Mei 1979. karier Politiknya Begitu Sukses, ia telah Memainkan peran Penting dalam Politik Indonesia.
Mesak Magai, S.Sos., M.Si dan Ismail Jamaluddin, Setelah Menangkan Pilkada Nabire, Bupati dan wakil bupati ini, dilantik oleh Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe atas nama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Gedung Negara Dok V Jayapura pada Senin, 8 November 2021, lalu.
Karier Politiknya
Bupati Nabire, Pemilik visi NABIRE HEBAT ini sejak masih dibangku kuliah di Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire sudah terjung di dunia politik dengan menjadi pengurus Partai Patriot Pancasila di Kabupaten Nabire.
Setelah menamatkan studinya di Uswim, Mesak mencalonkan diri menjadi Calon Legislatif Nabire dan terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Nabire Periode 2004-2009.
Saat ia menjabat sebagai anggota DPRD, Mesak dipercaya untuk menjadi Ketua Partai Patriot Pancasila untuk periode tahun 2008-2009.
Pada Pileg 2009, Mesak mencalonkan diri lewat Kabupaten Dogiyai dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Dogiyai 2009-2015.
Namun, baru 1 tahun menjabat, Mesak dilamar oleh Isaias Douw, S.Sos., M.Si untuk menjadi Calon Wakilnya dan mereka terpilih pada Pilkada Nabire tahun 2010.
Mesak menjabat sebagai Wakil Bupati Nabire periode tahun 2010-2015. Selama menjabat menjadi Wakil Bupati, Mesak juga menduduki jabatan sebagai Ketua KPA Kabupaten Nabire 2010-2015 dan Ketua PERBAKIN Kabupaten Nabire 2010-2019.
Pada tahun pertama menjabat sebagai Wakil Bupati, Mesak menjadi Ketua Partai PDI Perjuangan Kabupaten Nabire Periode 2010-2019.
Setelah masa jabatan sebagai Wakil Bupati Nabire berakhir, Mesak mencalon diri sebagai calon DPRP Provinsi Papua dari Partai PDI-Perjuangan dan ia terpilih sebagai aggota DPRP Periode 2019-2024.
Pada tahun yang sama juga, Mesak menjadi Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Periode 2019-2024.
Baru menjabat satu tahun sebagai anggota DPRP, Mesak tinggalkan jabatan anggota DPRP dan mencalonkan diri sebagai Bupati Nabire bersama Ismail Djamalludin. Mereka memenangkan dua kali putaran Pilkada Nabire dan saat ini menjabat sebagai Bupati Nabire untuk periode 2021-2026.
Menuju Nabire Hebat
Bupati Mesak mengusung visi “Nabire Aman, Mandiri dan Sejahtera” dengan moto “Nabire Hebat”. Untuk mewujudkan visinya, Bupati Mesak mengusung lima misi yaitu, Jaminan Stabilitas Keamanan dan Kenyamanan Daerah, Pembinaan Keagamaan (Iman dan Taqwa), Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Peningkatan Ekonomi Rakyat, dan Peningkatan Infrastruktur Daerah.
"Masalah di RSUD Nabire utang Obat beberapa perusahaan bel lunas, dari sejak tahun 2018. Pinjaman dana di Bank Papua 180 M, oleh Bupati sebelumnya pada tahun 2018, beban ini sangat berat , bagi kami, Utang bank papua mulai tahun 2022 kami bayar 120 M, Utang RSUD 32 M blm bayar," pesan singkat yang di terima Awak media ini pada Sabtu (29/7/2023).
Karena utang di Rumah sakit umum tak kunjung di bayar, bupati Nabire ini membangun komunikasi dengan Salah satu Apotik di Nabire, Saat ini warga Nabire sudah di gratiskan untuk berobat.
"Kalau pesan obat ke Perusahaan tdk bisa krn utang belum bayar, maka sy lakukan kerja sama dgn apotik pelita utk gratiskan obat bagi warga nabire, Baik, kalau apotik pelita disuru bayar resep RS, lapor saya,".
Bangun Asrama Nabire di Jayapura
Asrama putra Nabire di Kelurahan Yobee, Kota Jayapura terbakar pada Minggu (13/10/2019) dinihari. Kebakaran itu diduga disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek stop kontak di kamar nomor 12.
“Kebakaran dipicu korsleting colokan atau stop kontak listrik. Api kemudian menyala, dan menyebar ke kesuluruh ruang kamar. Penghuni kamar 12 bingung dan hanya bisa berteriak minta tolong. Api menyebar cepat sekali, semua kamar di lantai terbakar, pada Minggu (13/10/2019).
Mulai hari itu, Kondisi mahasiswa Jayapura yang sangat memprihatikan sejak itu, saat bara rasisme pecah di Malang dan Surabaya. Sela sela ini, Asrama Nabire ikut terbakar
Seakan itu di makan oleh kata Rasis (monyet) terhadap Mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.
Mahasiswa di Jayapura telah melakukan berbagai upaya, Salah satunya adalah Protes agar asrama segera di bangun. Bupati Sebelumnya, bapak Isaias Douw, pernah berjanji akan bangun asrama ini, Hingga datangkan konsultan dengan tujuan bangun asrama, Namun janji itu hanya sebatas Janji.
Setalah bapak Douw selesai masa kepemimpinan nya, Penjabat Bupati Nabire di Lantik Kaka Dr. Anton Mote, setelah Anton di Lantik oleh Lukas Enembe Gubernur Papua, Mote telah lakukan kunjungan di asrama yang sudah lama terbakar ini dengan Tujuan yang sama Yaitu untuk bangun asrama, akan tetapi hingga bupati pemilik Misi NABIRE HEBAT bupati Mesak Magai Naik jadi buapti tak kunjung di bangun.
Janji Janji bupati Sebelumnya itu di Jawab oleh Bupati yang berjiwa kepemimpinan tinggi itu. Tak tunggu Lama, Bupati Mesak Bangun asrama Nabire yang terbakar pada Minggu (13/10/2019) dinihari. Kebakaran itu diduga disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek stop kontak di kamar nomor 12 itu. Hingga kini Asrama mahasiswa Nabire di kota studi Jayapura, cukup mewa, Tidak lagi Di ragukan soal tempat tinggal, mahasiswa siap menempu pendidikan untuk mewujudkan Nabire hebat. Dalam waktu yang dekat, Asrama mahasiswa Nabire di Jayapura akan Resmikan. Asrama Nabire Karya Bapak Mesak Magai.
Resmikan Tugu Nabire Hebat, Bupati Harap Warga tetap Bersatu
Setelah Mesak Magai jadi Bupati, tak hanya benahi Mahasiswa asrama dan Masalah sosial kesehatan dan Nabire, tetapi buapti bupati Nabire juga telah membangun tuju Nabire hebat di Nabire Tugu Nabire Hebat dibangun dengan sumber dana APBD dengan nilai kontrak sebesar Rp. 862.700.000 (Delapan Ratus Enam Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah), dengan ukuran diameter 15,7 Meter, dan Tinggi 13,77 Meter. Konsep dari Tugu Nabire Hebat dibangun berdasarkan arahan dari Bupati Nabire dengan menggunakan Tiga Pilar Pertama yang Melambangkan Adat, Agama, dan Pemerintahan, 15 Tifa yang mengelilingi melambangkan 15 Distrik di Kabupaten Nabire, dan Air Mancur melambangkan Kehidupan Sejahtera, Merata dan Berkesinambungan.
Tugu Nabire Hebat didirikan dengan tujuan untuk melakukan perbaikan dan penataan kota serta pelebaran jalan sesuai Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Nabire dalam melakukan peningkatan infrastruktur dasar dan sebagai momentum Nabire Hebat di segala aspek demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Kabuparen Nabire. Peresmian Tugu Nabire Hebat dan Renofasi Tugu Selamat Datang yang bertempat di Jalan Merdeka dan Jalan Pepera Nabire, Papua Tengah, di tinjau langsung serta di Resmikan oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., dan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Martinus Makai, S.H., Kepala Bidang Cipta Karya, Musab, S.T., dan Jajaran Dinas Pekerjaan Umum serta Kepala OPD lainnya, Sabtu (31/12/22), pukul 17.00 Wit.
Tugu Nabire Hebat merupakan salah satu apresiasi Bupati Dan Wakil Bupati Nabire saat ini Kepada Bupati-Bupati sebelumnya yang telah melakukan banyak terobosan pembangunan termasuk pemekaran Wilayah Paniai, Dogiyai, Puncak Jaya, dan lainNya. Saat ini Nabire bisa menjadi Ibu Kota Provinsi Papua Tengah berkat Hasil Karya yang pernah diberikan oleh Drs. Anselmus Petrus Youw, saat dahulu menjabat sebagai Bupati Nabire.
Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk membangun Kabupaten Nabire menjadi lebih baik, serta mengharapkan agar semua warga Kabupaten Nabire yang berasal dari suku mana pun bersama-sama menjaga Kabupaten Nabire agar tetap terlihat bersih.ucap dia
Hari ini Ia dengan saudara Wakil Bupati kita juga turut mengisi arah pembangunan Kabupaten Nabire dengan semua OPD yang menjalakan semua tugas dan fungsi untuk melayani Masyarakat Kabupaten Nabire, maka hari ini salah satu Karya Nyata yang kita bangun adalah Tugu Nabire Hebat.
mengapa Ia bisa mengatakan Tugu Nabire Hebat, karena ini fakta kondisi Kabupaten Nabire menujukan bahwa kami punya alam yang sangat menunjang untuk Masyarakat
Ia ambil salah satu Contoh bahwa pada tahun 1997-1998 Indonesia di landa dengan Krisis Ekonomi dan Krisis Moneter tetapi saat itu ketika Nabire ini punya potensi alam berupa emas sehingga masyarakat semua turut mencari dan bisa mencukupi kebutuhan Keluarga Mereka masing-masing sehingga kita tidak merasakan Krisis Ekonomi dan Krisis Moneter sehingga saya mengatakan bahwa Nabire ini Hebat.
Ia sampaikan bahwa Kabupaten Nabire ini banyak berbagai suku yang mendiami Kabupaten Nabire dari Sabang hingga sampai Merauke dan kita semua bekerja dan berkarya, maka itu Ia sampaikan buat kita semua mari kita menjaga dan merawat apa yang kita sudah buat untuk anak cucu kita di kelak hari Nanti akan menikmatinya, dan kita juga harus menjaga keamanan dan kebersihan sehingga kota ini terlihat indah dan sehat.
Ia dan Saudara Wakil Bupati tidak bekerja banyak, namun kita berusaha semaksimal mungkin di dalam tahun ini bisa ada perubahan walaupun itu sedikit nilainya di mata masyarakat. Ia berterimakasih dengan kesempatan yang ada ini melalalui semua OPD di Kabupaten Nabire Kita fokus kerja untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Selama ini belum ada pasar Mama-mama Papua namun hari ini kita sedang membangun, dan begitu juga Asrama Nabire yang terbakar dan sekian Tahun tidak di perhatikan dan hari ini kita sedang membangunnya, demikian juga Anak-anak yang berada di Daerah Poronai, Ia mengambil mereka dan sekolahkan mereka di kota sehingga mereka juga mendapatkan hak yang sama dengan Anak-anak yang lain yang ada di kabupaten ini maka itu Ia harus bergandeng tangan dengan semua Kepala OPD serta masyarakat, sehingga apa yang kita semua inginkan bisa terwujud degan baik. Tugu Nabire Hebat ini Ia sumbangkan sebagai Hadia Tahun Baru untuk masyarakat Kabupaten Nabire.
Jubi edisi Jumat (9/6/2023). Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan pihaknya akan memediasi pertemuan para tokoh adat dan pihak yang bertikai dalam konflik antar warga di Kampung Urumusu, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Selasa (13/6/2023) pekan depan. Itu benar Adanya, Terbukti Bupati Mesak magai telah Meredakan masalah antara suku Dani, Wate, dan mee itu. Kami akan mengundang juga tokoh masyarakat Topo sebagai pemilik hak ulayat dan tokoh sejumlah suku untuk memecahkan masalah dan menghentikan konflik antar warga di Topo.
Konflik Topo Berhasil Dimediasi, Wujud Nabire Hebat
Konflik sengketa tanah adat antar kelompok masyarakat (bukan perang suku), telah berhasil dimediasi, oleh pemerintah kabupaten Nabire pada Selasa (13/6/23) lalua. Sejumlah kesepakatan bersama telah diambil untuk menyelesaikan konflik yang terjadi yang telah memakan korban jiwa itu. Proses mediasi yang dilakukan di Aula Wicaksana Lagawa, Mapolres Nabire, dihadiri para pihak terkait baik itu dari Suku Mee, Suku Dani/Lani, Suku Wate, sejumlah lembaga adat, para bupati dari wilayah Provinsi Papua Tengah, perwakilan Pemprov Papua Tengah, sejumlah pejabat Pemprov Papua Tengah, pejabat Pemkab Nabire dan undangan lainnya.
Dengan diskusi yang panjang, akhirnya berhasil disepakati sejumlah hal sebagai solusi atas konflik yang terjadi di Topo. Seperti disampaikan Bupati Nabire, Mesak Magai, hari ini kita sudah bisa pertemukan ketiga belah pihak, yaitu Suku Wate, Suku Mee dan Suku Dani untuk mediasi mencari solusi antara tiga suku ini terkait dengan masalah tapal batas yang ada antara Suku Mee dan Suku Wate.
“Ketika terjadi persoalan ini, Kapolres Nabire, Dandim Nabire dan semua unsur kita terlibat untuk bagaimana mengamankan situasi di wilayah Topo. Ketika itu wilayah Kota Nabire masih aman dan tertib, hanya kita mengamankan di wilayah Topo,” ujar Bupati Nabire saat dimintai keterangan oleh awak media seusai pertemuan.
Kata Bupati Mesak, sudah ada kesepakatan yang dihasilkan melalui mediasi ini. Pertama, pelepasan dari Suku Wate itu dibatalkan.
“Setelah itu saya akan panggil Suku Wate supaya Kepala Suku Wate jangan terancam dengan pihak lain menyangkut pelepasan tanah seluas sekitar 4 ribu hektar yang ada di wilayah Topo. Saya akan panggil untuk kita cari solusi sehingga antara suku yang terkait akan tenang
Bupati berikutnya Mampu menahi ini?
Pemerintah belum bisa memastikan pemimpin Nabire yang akan datang tahun 2025 lebih peduli terhadap sejumlah masalah yg sedang hadapi bupati saat ini.
Hemat saya, Bapak Bupati Mesak Magai tanpa ragu mengambil resiko untuk menanggulangi semua utang karena Magai anak org asli Nabire. " Anak asli Nabire"
Pengalaman yg ada jgn kita kuburkan.
Sehingga masalah utang tidak berlarut telat, pilkada Nabire 2024 Masyarakat Nabire besar bersatu padu, Biarlah anak asli lebih peka terhadap kesejahtraan masyarakat seutuhnya. (*)
Catatan: tulisan ini Saya tulis dengan mengunakan Beberapa sumber berita, Semoga Bermanfaat
Penulis adalah Penghuni Asrama Nabire Kamkey, Mahasiswa Papua, jurnalist Papua.
Previous article
Next article