Bantuan Hibah Rp100 Juta Dipertanyakan, Pemuda Baptis West Papua Dorong Transparansi Pemda Lanny Jaya
Jayapura, (AnggrekPapua.com) Polemik realisasi bantuan hibah senilai Rp100 juta dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya kepada Departemen Pemuda Baptis West Papua (DPBWP) mencuat ke ruang publik.
Bantuan yang diperuntukkan bagi perayaan Natal dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Pemuda Baptis West Papua tersebut dipertanyakan karena dinilai tidak terealisasi secara utuh.
Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Akia Yas Wenda, menyampaikan bahwa pihaknya mempertanyakan kejelasan penyaluran dana hibah tersebut setelah panitia tidak dapat mencairkan dana yang diinformasikan masuk ke rekening kegiatan.
“Kami tidak mengemis bantuan, tetapi jika pemerintah berniat mendukung program pelayanan gereja dan kepemudaan, maka harus dilakukan secara terbuka dan transparan,” ujar Akia.
Ia menegaskan bahwa keputusan panitia untuk tidak menggunakan dana yang nilainya berubah setelah kegiatan berjalan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan etika pelayanan.
“Rekening panitia bukan tempat lalu lintas dana yang tidak jelas peruntukannya. Setiap bantuan seharusnya diberikan secara ikhlas dan sesuai dengan komitmen awal,” katanya.
Di tengah polemik tersebut, Akia juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak apabila langkah yang diambil menimbulkan kekecewaan.
“Atas nama Departemen Pemuda Baptis West Papua, kami menyampaikan permohonan maaf jika ada sikap atau tindakan yang saling mengecewakan. Keterbukaan ini kami sampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan Tuhan,” ucapnya.
Ia juga menegaskan dukungan DPBWP terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya serta menolak adanya anggapan perbedaan perlakuan dalam mendukung pelayanan.
“Kami mendukung keputusan Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya. Pada prinsipnya tidak ada perbedaan dalam mendukung pelayanan, karena di mata pemerintah semua adalah rakyat Lanny Jaya,” tegas Akia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lanny Jaya, Nius Kogoya, memberikan klarifikasi terkait tudingan pemotongan dana hibah. Ia membantah adanya pemotongan sebesar Rp75 juta oleh Dispora Lanny Jaya.
“Itu tidak benar. Dana bantuan tersebut tidak masuk ke rekening Dispora. Dana itu langsung disalurkan dari bagian keuangan daerah ke rekening panitia Pemuda Baptis West Papua,” kata Nius Kogoya.
Menurutnya, bantuan hibah Rp100 juta tersebut merupakan bentuk dukungan langsung dari Bupati Lanny Jaya dan tidak melalui mekanisme pengelolaan Dispora.
“Dana itu langsung masuk ke rekening panitia, bukan ke kami. Tidak ada pemotongan,” ujarnya.
Nius juga menyatakan keberatan atas pernyataan yang menyebut adanya pemotongan dana, dan menegaskan bahwa secara administrasi penyaluran bantuan telah dilakukan sesuai prosedur.
“Secara administrasi, dana itu sudah masuk dan ada tanda tangan ketua panitia serta bendahara. Jika ini merupakan rekayasa, saya akan menempuh jalur hukum karena menyangkut nama baik saya dan pimpinan daerah,” tegasnya.
Polemik ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara panitia kegiatan dan pemerintah daerah terkait mekanisme penyaluran dana hibah.
Ke depan, komunikasi yang terbuka, transparansi, serta kejelasan prosedur dinilai penting agar dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan dan kepemudaan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
