Selamatkan Perempuan dan Anak Menuju Papua Emas 2041, TP-PKK dan Dinkes Kota Jayapura Hasilkan Empat Rekomendasi

 
Ketua TP-PKK Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, S.E., M.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, saat memberikan keterangan kepada Media  Foto AnggrekPapua


JAYAPURA- AnggrekPapua.com- Dinas Kesehatan Kota Jayapura bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Jayapura menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan dan Pengembangan Keluarga Port Numbay Menuju Papua Emas 2041 dengan tema selamatkan Perempuan dan Anak untuk Masa Depan Papua.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dan dipusatkan di Hotel Horison, Kota Raja, Kota Jayapura, Papua Selama 3 hari (17-19/2025).

Ketua TP-PKK Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, S.E., M.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, mengatakan Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua merupakan miniatur Indonesia karena dihuni oleh berbagai suku bangsa.

Namun demikian, ia menilai masyarakat adat saat ini mulai tersisih dari berbagai aspek kehidupan. Kondisi dunia yang tidak menentu turut berdampak pada Indonesia dan Papua, sehingga dibutuhkan upaya nyata untuk menyelamatkan tanah, sumber daya alam, serta manusia Papua itu sendiri.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyelamatkan perempuan dan anak, termasuk bayi sebagai harapan masa depan Papua. Kita ingin melakukan intervensi terhadap program-program pemerintah agar benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Nerlince menjelaskan, kegiatan selama tiga hari ini dibagi ke dalam beberapa kelompok sasaran. Hari pertama melibatkan audiens campuran, hari kedua dikhususkan bagi pemuda, dan hari ketiga diikuti oleh masyarakat adat yang berprofesi sebagai TNI-Polri, pengusaha, hingga aparatur sipil negara.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, peserta menghasilkan empat rekomendasi utama Pertama, pembentukan tim percepatan pembangunan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan di Kota Jayapura. Kedua, rencana pelaksanaan pertemuan akbar yang melibatkan Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat adat. Ketiga, pembentukan tim yang akan menyusun aturan atau kesepakatan perlindungan masyarakat adat. Keempat, gerakan masyarakat untuk perubahan melalui kegiatan penanaman pohon.

Dalam kegiatan tersebut, TP-PKK juga membagikan sekitar 200 bibit pohon, yang sebagian besar diberikan kepada kaum laki-laki sebagai kepala keluarga agar menjadi contoh bagi anak-anak mereka. Penanaman pohon ini bertujuan menjaga hutan, mencegah banjir, serta menjadi sumber ekonomi keluarga di masa depan.

“Menanam pohon juga menjadi bagian dari upaya melindungi tanah adat agar tidak diperjualbelikan sembarangan. Selain itu, pohon memiliki nilai ekonomi dan berfungsi menjaga lingkungan,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, agenda sosialisasi ditutup dengan penjaringan aspirasi masyarakat. Para peserta yang berasal dari berbagai distrik dan kampung diharapkan dapat melanjutkan kegiatan serupa di wilayah masing-masing.

“Sebagai orang tua, kita hanya bisa berusaha. Namun perubahan itu kembali kepada anak-anak muda. Selama tiga hari ini, kita semua sadar bahwa harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan diri dan memberdayakan masyarakat adat secara berkelanjutan,” pungkas Nerlince.

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel