TANAH PAPUA
Pendidikan, Penangguran dan kerja Gunakan Ijazah Palsu
Minggu, 30 Juli 2023
TANAH Papua di kenal banyak orang dengan surga kecil yang jatuh ke Bumi, Tapi juga di kenal dengan Daerah Rawan (konflik) Konflik Antara Tentara pembebasan nasional Papua barat Organisasi Papua merdeka TPNPB-OPM dan tentara nasional Indonesia TNI. Ini menjadi masalah Internasional. Selain itu, Persoalan lain juga ada banyak yang terjadi di tanah Papua. Masalah Pendidikan, Kesehatan, Penangguran, dan Kerja Gunakan Ijazah Palsu. ini menjadi masalah yang harus di Tuntaskan oleh Negara.
Perkembangan Pendidikan di Tanah Papua
Pendidikan menjadi kebutuhan dasar manusia di dunia, Pekerjaan yang bersangkutan dengan perkantoran dan Atministrasi membutuhkan orang yang sudah berpendidikan, karena dengan memperoleh pendidikan manusia dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Selain itu, pendidikan menjadi salah satu faktor pendukung dalam kemajuan suatu wilayah, semakin tinggi tingkat pendidikan suatu wilayah akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan ikut andil dalam membangun negaranya. Maka dalam hal ini tingkat dan kualitas pendidikan sangat mempengaruhi hasil dari pendidikan seseorang.
sejak 30 Juni 2022, provinsi Papua dimekarkan dan membentuk provinsi baru, yaitu Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Provinsi Papua didominasi oleh hutan-hutan, sehingga banyak flora dan fauna yang beragam jenisnya, terlebih untuk spesies fauna khas Australia. Pada tahun 2017, daratan Papua didominasi oleh hutan alam yang mencapai sekitar 33,7 juta hekatare atau 81% dari luas daratan. Provinsi Papua dihuni oleh sekitar 4,30 juta jiwa, sekitar 3,99 juta penduduk berdomisili sesuai KTP/KK dan 308 ribu penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai KTP/KK. Proporsi generasi milenial usia produktif sekitar 1,37 juta dan generasi Z sekitar 1,30 juta jiwa. Papua juga merupakan provinsi yang masih berada di tahap berkembang untuk memajukan wilayahnya dalam hal kondisi ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, Papua masihlah menjadi daerah yang terbelakang atau tertinggal jauh. Hingga saat ini berbagai upaya dilakukan baik dari pemerintah maupun rakyat Papua untuk memajukan wilayahnya
Ketertinggalan Papua dari provinsi lain tak lain disebabkan oleh pendidikan yang belum merata dan kualitas SDM yang masih rendah. Pendidikan merupakan satu kunci keberhasilan dalam membangun wilayah Papua. Sebaliknya, ketertinggalan di bidang pendidikan menjadi penyebab ketertinggalan pembangunan di Papua.
Lalu Bagaimana dengan ini "BKD lany jaya mengalami kesulitan tangani ijazah palsu"
Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lanny Jaya Propinsi Papua Pegunungan, telah mengalami kesulitan, karena banyak pengawai yang telah memalsukan Ijazahnya.
Hal itu disampaikan oleh Bapak Samuel Jigibalon, S. Pd, melalui Video yang beredar di grup whatsapp nya yang berdurasi 02.03 itu. Polimak pintu angin Jayapura selatan Propinsi Papua. Minggu 30 Juli 2023.
Samuel Jigibalon mengatakan bahwa " Selama ini kami Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengalami kesulitan, banyak orang di Lanny Jaya ini bahkan di Papua kami menemukan Ijazah palsu yang mereka membeli, secara sadar parah oknum pejabat tertentu, "
Ketiga ada informasi K2 parah oknum pejabat tertentu setelah mereka dapat informasi, mereka akan komunikasi dengan mereka punya orang-orang untuk melihat peluang-peluang mereka membeli Ijazah.
"Setelah mereka membeli Ijazah sebenarnya usianya tidak cocok dengan massa usia sekolah akan tetapi dalam Ijazah itu mereka buat usianya masih mudah, "
Sebelumnya itu dia usianya 40-60 akan tetapi ketiga membuat Ijazah usianya masih mudah 20'30 kami mengingatkan bertobat-bertobat.
Kami orang Lanny Jaya sendiri, kami menghambat adik-adik kami, ada yang kami biaya kuliah dengan susah paya orang tua datang jualan di pasar kumpul uang seribu dua ribuh, tiga ribuh anaknya kuliah.
Berapa Penangguran di Papua?
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua melaporkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Papua semakin menurun. Tercatat TPT di Papua sebesar 3,33% pada Agustus 2021, turun dari 4,28% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penurunan TPT terjadi di perkotaan dan perdesaan. TPT perkotaan sebesar 7,06% pada Agustus 2021, turun dari persentase sebelumnya yang mencapai 8,96%.
Sementara, TPT di perdesaan lebih rendah dari perkotaan, yaitu sebesar 2,09%. Angka ini lebih rendah dari Agustus 2020 yang sebesar 2,59%.
Berdasarkan jumlahnya, sebanyak 65 ribu penduduk Papua menganggur. Jumlah ini menurun 14% dari 75,6 ribu pada Agustus 2020.
Sementara itu, BPS mencatat masih terdapat 172 ribu penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Sebanyak 159,6 ribu mengalami pengurangan jam kerja, 8,8 ribu sementara tidak bekerja, 2,5 ribu menganggur, dan 1,2 ribu bukan angkatan kerja (BAK) karena Covid-19.
Merauke
2,61 3,43 2,19
Jayawijaya
2,39 2,51 1,62
Jayapura
9,68 10,33 7,87
Nabire
6,31 6,65 3,05
Kepulauan Yapen
5,78 5,30 2,47
Biak Numfor
10,42 10,38 9,49
Paniai
0,66 0,83 0,74
Puncak Jaya
1,78 1,50 1,74
Mimika
7,51 7,80 5,37
Boven Digoel
3,08 8,09 6,73
Mappi
4,51 5,77 4,11
Asmat
1,06 2,38 0,45
Yahukimo
2,01 3,88 2,25
Pegunungan Bintang
1,63 4,12 4,43
Tolikara
1,30 1,07 1,12
Sarmi
5,26 4,83 3,50
Keerom 2,90 2,56 1,41
Waropen
3,32 4,76 8,5
Supiori 4,68 4,12 2,66
Mamberamo Raya
3,00 2,55 1,91
Nduga
1,03 0,93 0,00
Lanny Jaya
0,12 0,90 0,00
Mamberamo Tengah"
0,71 0,80 0,90
Yalimo
0,64 0,86 0,41
Puncak
0,00 0,56 0,94
Dogiyai
0,11 0,21 5,68
Intan Jaya
0,00 1,22 1,43
Deiyai
0,22 0,41 0,79
Kota Jayapura
12,37 11,62 11,67
Provinsi Papua
3,65 4,28 3,33
Bagaimana Ini harus Atasi? Ayuk Mencari solusi
Admin KATUAITV
Previous article
Next article