Financial Guarante, Jadi Soal 16 Anak Papua Belum Bisa Studi Ke Amerika


Jayapura, (KATUAITV)---Persoalan beasiswa mahasiswa Papua yang hendak melakukan studi di luar negeri sepertinya tidak selesai beberapa waktu lalu kami Pansus beasiswa DPR Papua menjumpai beberapa anak yang sedang menyiapkan diri untuk berkuliah di Amerika Serikat mereka selama ini disiapkan oleh Jakarta internasional (JIC).

Pansus beasiswa DPR Papua belum diberikan data ataupun SK pengalihan dari pemerintah provinsi Papua kepada pemerintah Kabupaten kota untuk dapat melanjutkan pembiayaan kepada anak-anak Papua yang ber studi baik di dalam maupun di luar negeri

"kami, mendapat informasi dari mahasiswa pemkab dan kota belum diberikan data ataupun SK pengalihan dari pemerintah provinsi Papua kepada pemerintah Kabupaten kota untuk dapat melanjutkan pembiayaan kepada anak-anak Papua, yang ber studi baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini di katakan Jhon NR Gobai, wakil Ketua Pansus beasiswa DPR Papua, kepada katuaitv.com pada Rabu (6/12/2023).

Lebih lanjutnya, Gobai berharap agar Semua mahasiswa yang jalur beasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar maupun di dalam negeri, Pemerintah Provinsi dan kabupaten agar bagi kewenangan dalam pembiayaan.

"untuk itu diharapkan agar dapat dilakukan koordinasi dan pembagian kewenangan ataupun juga pembagian beban agar mana yang dapat dibiayai oleh pemerintah provinsi Papua dan juga mana yang dapat dibiayai oleh pemerintah Kabupaten dan pemerintah Kota diperlukan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah provinsi Papua dan juga Pemerintah kabupaten kota agar tidak saling membebani," Kata Gobai.

Seperti yang diketahui, Lebih lanjutnya, Kata dia, terdapat kesepakatan yang disepakati pada tanggal 24 Juli 2023 di Kementerian Dalam Negeri dalam pertemuan antara pemerintah provinsi Papua dan Pemerintah kabupaten kota di tanah Papua serta provinsi-provinsi di daerah otonom baru.

"Khusus untuk pemerintah provinsi Papua mahasiswa yang sedang melakukan studi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Papua dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember tahun 2023. Sementara tanggung jawab setelah Januari 2024 sampai dengan seterusnya menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Kota sesuai dengan asal dari mahasiswa tersebut,untuk keberangkatan ke Amerika Serikat terdapat 16 calon mahasiswa yang berasal dari pemerintah provinsi Papua, terdiri dari 7 asal dari kota Jayapura 7 asal dari kabupaten Jayapura satu dari Kabupaten Kepulauan Yapen dan satu dari kabupaten supiori," Ujarnya.

Frans imbiri yang merupakan juru bicara dari teman-temannya menyampaikan sampai hari ini mereka belum mendapatkan financial guarante, yang menurut kampus tempat mereka ingin kuliah harus ada pada tanggal 7 Desember 2023 untuk keberangkatan Januari 2024, bila hal ini tidak dilakukan artinya tidak sampai dengan tanggal 7 Desember 2023 tidak ada financial guarante maka mereka pasti akan tertunda keberangkatannya sampai dengan bulan Agustus 2024 tentu hal ini akan memicu adanya persoalan di antara mereka antara lain ada yang kemungkinan kecewa kemungkinan stres dan lain-lain.

Mereka juga telah menghubungi kabupaten kota asal mereka antara lain Kabupaten Kepulauan riaten kabupaten superi dan kabupaten Jayapura dan kabupaten dan kota Jayapura namun belum mendapatkan respon untuk itu diperlukan segera adat komunikasi di antara para pejabat baik di provinsi maupun di kabupaten kota guna mengambil langkah-langkah cepat untuk menyelamatkan harapan dari 16 anak Papua ini yang berasal dari provinsi Papua.

Untuk menghindari hal tersebut maka diharapkan kepada pemerintah provinsi Papua dan Pemerintah kabupaten kota asal 16 anak-anak Papua ini untuk dapat segera memberikan finansal garansi ataupun juga untuk dapat segera berkoordinasi dengan kampus kampus yang akan dituju oleh anak-anak mahasiswa Papua yang berjumlah 16 orang untuk tujuan Amerika Serikat ini sehingga dapat disiasati agar mereka dapat segera pergi ke Amerika Serikat untuk Melanjutkan sekolahnya.

Untuk Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri Pansus Beasiswa DPRP, mengharapkan untuk kembali dapat melakukan mediasi dan koordinasi serta komunikasi terkait dengan 16 anak Papua yang berasal dari provinsi Papua ini untuk dapat melanjutkan studi mereka di Amerika Serikat.

Penulis Yulianus Magai

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel