Komunikasih terakhir.
Sahabat
ku,Dapat kah engkau mengerti Janji akan
kesuksesan kita.? Semasa Biru Putih di badan di Negri diatas Awan dan meliputi
dinginnya Alam Di bawa kaki bukit Weyland Bomomani kala itu.
Saya
rasa,Soal janji kita itu pasti engkau ingat dalam Hati mu,Wahai
sahabatku,Sahabat Demi Engkau selalu memberi ku Kabar dari Negri Kota Singkong, kota jeruk, Nabire.
Tapi
sebebulan terakhir ini,Sahabat Engkau jarang memberi ku Kabar satu pun, Aku telpon pun Hp mu di luar jangkauan.tidak aktf. Pikirku pasti saja hp mu bermasalah.
Satu
bulan berlalu, jam dinding di sekolah ku jarum panjang tepat pada angka 30
sedangkan jarum jam pendek tepat pada angka 02, di sekolah sumyi. badan ku mulai gelisah, benar benar gelisa, beberapa menit kemudian pikiran ku tak tenang,
aku pun minta ijin kepada guru ku untuk pamit pulang kerumah.
Selamat siang pak kata ku
Ya bagaiamana anak? Jawab guru ketua jurusan ku
pak pikiran ku tak tenang aku ijin pulang, jawabku.
oke anak pulang
sudah hati hati di jalan.
Aku mulai pulang,
keluar dari bengkel jurusan ku,Di depan pintu pagar sekolah ku, Aku ketemu dengan teman ku Martinus magai,seorang putra tunggal dari mapia piyakunu, ia juga salah seorang Pelajar yang SMK negeri
3 Jayapura.
Aku mulai
menegurnya marti, sahabat ku,
Hey marti
kenapa Kamu disini, “kata ku” saya mau
pulang ke rumah di bengkel juga teman teman ku tidak ada satu pun” kata marti
sahabatku, oh ia jalan kita pulang sama sama sudah kataku.
Kami dua
pulang jalan kaki dari Kotaraja Luar ke tempat tinggal kami, kami jalan merasakan panasnya matahari, marti di kelak
suatu hari nanti kamu jadi pimpinan di suatu daerah jangan lupa saya yang
selalu bersamamu di masa rantauan” kata
ku, ia memau itu tetap saya tidak akan
lupa, memau juga demikiN e, jawab mari.
sesampainya
nya di lingkungan Abepura Jayapura, yang selalu menjadi tempat keramaian
masyarakat sekaligus sebagai terminal penumpang taksi yang bertujuan Jayapura
Sentani kerom dan tujuan lain itu.
Kami
masih di Lingkaran Abepura pas di samping tunggu pendidikan kami istrahat
sejenak, arena saat tu panas
mataharinya membakar kulit, beberapa menit kemudian di dalam saku celana abu-abu hp mulai getaran
nada telepon mulai berbunyi dengan bunyi, tin tin, tin tin, tin, aku mulai
angkat hp dari saku celana abu-abu itu lihat begitu sahabat ku yang sedang
menimba ilmu di kota Nabire sedang menelpon ku, aku dengan tersenyum berkata kepada marti
sahabatku Damianus sahabat, teman SD
SMP ku yang saat ini ia menimbah ilmu di kota Nabire, ia ada telepon ku jadi tunggu sebentar
sahabat ku.
Aku mulai
angkat telepon itu halo sahabat ku jawabku dengan penuh senang, ia hallo yuli jawab dari suaranya sudah tidak seperyi
bulan lalu, suaranya macam irang sakit, Yuli saya sakit para selama ini
saya tidak kasih kabar karena saya di Mapia Magode, bulan laalu saya naik
karen saya sakit, sekarang ini juga saya berusaha ke Bomomani untuk
ambil obat sekaligus kasih kabar ke kamu, eeYuli ini pulsa bunyi jadi salam
100x kalau saya sembuh dari penyakit ini kita akan ketemu di lain waktu.
Hp pun
mati tiba-tiba karena pulsa habis, saya
sedih, saya merasa marah dengan akusendiri, saya menangis sedetik lalu aku
bangun dari menangis ku.
Setelah
telepon itu mati, Marti sahabatku lihat jam di hpnya, tak terasa jam sudah 04 lewat,
kami dua pun mulai berpisah marti sahabatku
tinggal di untas sebelahnya asrama kangguru, jadi ia mulai menyebrang dan naik
ke rumah nya lanjutkan perjalananku ke asrama Nabire kamkey.
Aku pun mulai jalan ke asrama.
Beberapa
hari kemudian jam dinding yang ada tulisan mandiri pemberian bank mandiri, di atas meja belajar kamar lima ( kamar rindu) asrama
Nabire kamkey jam itu tepat pukul 03.00. lewat
telepon masuk di hp ku dari kampung, dalam
hp ku nomor yangtertulis guru mudah, aku pun mulai angkat hp itu
katanya” Yuli sahabat mu tak ada lagi di dunia nyata ia sudah di panggil Tuhan. Jiwa dan raga ku sudah tak biasa lagi setelah ku dengan
telepon itu,pikirang ku terbang melayang di atas gunung weiland,
Hp ku terjatuh sendirinya air mataku pun bertindak
mengalir seperti aliran kali Teuw aku pikir air mata itu habis namun tak ada
habisnya wajah nya terbayang di depan ku sungguh aku sakit rasanya sampai
pikiran ku teringat masa-masa lalu dengan nya.
Yesiee
Waee Benar k…? ko Sudah tidak ada di dunia nyata,Ahk.! Sayang, kenapa ko
memilih sa sebagai sahabat mu kalau akhirnya Engkau pergi jauh dari ku.
Adoh kee
Demi waeee.., aku tidak bisa tanpa dirimu,Emoo ke temani,yang Sa
mau Ko Pu tangan selalu ada di bahu kananku
Ah Demi
waee Ko tegah sekali, ko lepaskan sa sendiri, sa mohon, Ahk…! Kenapa ko lepas
secepatnya kah..? sa mau kita tetap bersama.
Ko ingat
k…? Tidak ,Mama Tanam Kacang di pinggiran Sungai Teuw Untuk untuk kita dua,mama
sedang menanti kita pulang dengan Berkas-berkasnya.
Demi z
tidak terima Kenyataan ini semua,sa belum percaya Engkau pergi ke Sang khalik
di surga,Tapi Masalah Hidup Mati Semuanya di Tangan Tuhan maka saya Hanya
Menangis dan sedih menerima ini semua.
Perindu mengatu pada ku.
Saya cuma
bisa doakan Sahabat ku Damianus iyai berbahagia di surga dan Tuhan berikan ketabahan
buat Keluarga yang Engkau tinggalkan.
“Mati dan
Hidup di Tangan Tuhan”Bokaipeiyo Peyai Beu no Temani didi keina.
