BERITA FOTO
LINGKUNGAN SOSIAL
Ini Bukti cinta Mansentus Kalimantan Balawala, Untuk NTT
Senin, 23 Oktober 2023
Terobosan yang di buat Penerima Apresiasi Tingkat Provinsi 2022 urutan ke 3 dengan kategori Kesehatan mewakili provinsi Nusa Tenggara Timur Daerah Larantuka Namanya Mansentus Kalimantan Balawala, Ini cukup unik, Berbeda dari Para menerima Apresiasi Tingkat Provinsi 2022 lainya. Pasalnya, Mansetus Kalimantan Balawala (42) punya terobosan untuk mengatasi persoalan.
Lewat program Manajemen Sarana Transportasi Pengolahan Kerusakan Minimum (Zero Breakdown Motor cycle), yang di implementasikan melalui pinjam-pakai sepeda motor kepada bidan dan tenaga kesehatan di pedesaan, mata rantai kendala untuk semua kesehatan itu bisa diputus. Ide tersebut muncul, kata Ketua Yayasan Kesehatan (YKS) yang bermarkas di Larantuka, ibu kota Flores Timur ini, dari tingginya kematian bayi dan ibu melahirkan yang umumnya karena perdarahan (eklamsia).
Sepeda motor menjadi kendaraan sangat penting di kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya digunakan untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat di pedesaan. Hanya saja, bidan dan tenaga kesehatan, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, umumnya tidak diberi sepeda motor oleh instasinya untuk mendukung pekerjaan mereka.
Sosok Mansentus Kalimantan Balawala, Adalah seorang Mansetus Balawala, pencetus ambulans motor dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Meskipun tidak bersekolah di bidang kesehatan , namun Mans peduli dengan masalah kesehatan. Idenya yang sederhana, ternyata bisa menyelamatkan banyak nyawa. Ambulans motor dapat memotong jarak, mendekatkan petugas medis kepada warga yang membutuhkan pertolongan.
Di kabupaten berpenduduk 134.879 jiwa (2014) itu, sarana dan fasilitas transportasi amat terbatas. Angkutan umum seperti mobil bak terbuka dan truk, hanya ada di pasaran. “Apabila ada pasien sakit dan perlu segera mendapat pertolongan, tidak bisa dibawa segera hari itu. Pasien harus menunggu hari pasaran.
Kematian terjadi karena ibu hamil terlambat mendapat pertolongan bidan dan tenaga kesehatan yang terkendala topografi wilayah kabupaten itu yang berbukit/ bergunung. Hubungan warga antardesa ditempuh berjalan kaki melalui medan yang sulit dilalui.
Mansetus menjawab persoalan itu dengan sepeda motor. Ia menjalin hubungan dengan Simon Millward, seorang pengelana asal Inggris, yang gemar berkeliling ke sejumlah negara sekaligus menggalang dana untuk disumbangkan bagi kalangan tidak mampu. Simon memberinya 11 sepeda motor pada 2002 sebagai “modal awal”.
Sepeda motor itu dipinjamkanpakaikan kepada bisan dan tenaga kesehatan yang semuanya pegawai negeri sipil. Sebagai “aturan main” YKS dan pemegang sepeda motor harus menerapkan sistem pengelolaan kerusakan minimal. Maksudnya, sepeda motor itu diservis secara berkala. Dengan cara ini, sepeda motor selalu siap pakai selama 24 jam. Perawatan dan penggantian suku cadang ditangani montir dan bengkel milik YKS.
Adapun biaya pelayanan dan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) ditanggung pemegang sepeda motor. Pemegang sepeda motor juga diberi pelatihan montir dasar agar bisa menangani sendiri jika motor mengalami kerusakan kecil. Dengan perlakuan demikian, para pemakaian sangat terbantu ketika menjalankan tugasnya di lapangan.
Mans kemudian mengingat kejadian di masa kecilnya, dimana wabah diare melanda desa bahkan sampai merenggut nyawa. Bukan karena tidak ada obat diare, tapi akses pelayanan kesehatan yang tidak terjangkau dengan cepat. Kombinasi pengalaman hidup dan kenyataan di depan mata inilah yang membulatkan tekad Mansetus untuk mendirikan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) pada tahun 2002. Ia menyulap rumahnya menjadi kantor YKS dan menghadirkan ambulans motor. Ambulans motor dirasa lebih fleksibel untuk menjangkau desa-desa di kabupaten Flores Timur. Awalnya YKS menyediakan 13 motor untuk bidan desa dan petugas kesehatan yang bertugas di lima kecamatan di Flores Timur. YKS meminjamkan armada motornya secara gratis, hanya bahan bakar, oli dan suku cadang pengganti yang perlu dibiayai oleh peminjam motor tersebut. Setiap mencapai jarak 2000 km, ambulans motor itu kembali ke YKS untuk diservis. Nah untuk servis motor inipun tidak dipungut biaya. Mans menerapkan tata kelola bengkel yang efektif, sehingga dapat memperpanjang usia pakai motor.
Untuk motor yang sudah tua akan dilelang dan hasil lelangnya digunakan untuk peremajaan armada. Nah sampai saat ini YKS memiliki 15 unit ambulans motor dan 3 unit ambulans mobil yang tersebar di sekitar Flores Timur. Mans pun masih aktif dalam pelayanan kesehatan dan YKS bergerak di berbagai macam bidang yang membantu warga.
Melihat peran dan dedikasi Mansetus di bidang kesehatan, wajar saja jika ia mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards 2010. Apresiasi tersebut diberikan oleh Astra kepada generasi muda yang menjadi teladan, melakukan perubahan, dan mengabdikan diri di masyarakat melalui berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, teknologi dan kewirausahaan.
Meskipun Mansetus tidak memiliki background bidang kesehatan, kegigihannya menghadirkan ambulans motor untuk mendekatkan petugas medis ke masyarakat di Flores Timur patut diteladani. Membuat perubahan tidak sekedar koar-koar saja, tapi perlu aksi nyata yang dimulai dari gagasan sederhana seperti yang dilakukan oleh Mans. Mengingat keteladanan Mansetus, mengingatkan kita untuk melakukan hal bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sumber berita :
Penulis: Hubertus Goabai
Previous article
Next article
