Tataplah aku sayang

 


Tataplah aku Sayangku,  dengan canda tiada Kepalsuan,  Tiada yang lebih pilu tiada yang menjawabku selain  engakau wanita idaman.

MAAF ya wanita pujaan, segala Emosiku, Engkau selalu jadi Subjeb, mungkin itu tindakan cinta, dengan alasan Engakau adalah Rumah, Rumah untuk Redahkan Segala Keluku.  

Tiapkan Kali kita bersama, ku rasa mentari saja tersenyum,  apa lagi Alam, Mungkin semut pun ikut menari-nari  Hemm, Melihat dua hati sedang berbunga-bunga.

Tataplah aku sayang, Tatapan tegas nan tajam tanpa Air mata darah, Supaya Kepulanganku, dengan segala Emosiku, Kau sambut secara dewasa, Wanitaku.

Tak secuil perasaan iri akan cerita ini Terinspirasi dari kisah kita Walau seribu rintangan dengan jalan berliku, Berakhir sangat indah, Ya berharap Begitu, Melangkah dengan tangan yang saling menggenggam. 

Sangat hangat dan erat bagai sepasang kunci dan gembok, tataplah Wanitaku, berharapku pada harapan, Tuhan satukan kita. I love you.
Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel