Komjen Rudi Sufahriadi Dilantik Jadi PJ Gubernur Papua Selatan, Susan Kandaimu: Semoga Amanah!
KatuaiTV, Nabire, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melantik Komjen. Pol (Purn) Rudi Sufahriadi sebagai PJ Gubernur Provinsi Papua Selatan menggantikan Prof. Dr. Apolo Safanpo di Jakarta (05/8).
Aktivis Katolik dari Papua Selatan Susan Florika Kandaimu menyambut baik serah terima jabatan PJ Gubernur Papua Selatan. Ia mengatakan semoga kepemimpinan Komjen Rudi amanah dan membawa perubahan bagi provinsi Papua Selatan.
"Suksesi kepemimpinan adalah hal yang wajar di dalam demokrasi, semoga pemimpin yang baru dapat melanjutkan hal-hal baik yang sudah dilakukan oleh pendahulunya bapak Apolo Safanpo," tutur Kandaimu yang juga merupakan Ketua Umum PP PMKRI terpilih.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Papua Selatan sebagai provinsi baru membutuhkan kepemimpinan yang kolaboratif untuk memajukan sumber daya manusia yang ada.
"Saat ini yang diperlukan adalah komitmen kepemimpinan untuk berani melakukan kolaborasi lintas sektor agar semua pihak bisa merasakan keadilan."
"Yang saya maksudkan dengan kolaborasi dalam konteks Papua Selatan adalah pemimpin harus memberikan ruang yang luas kepada masyarakat adat untuk menyampaikan aspirasi dalam rangka pembangunan yang sesuai dengan kearifan lokal. Tanpa pelibatan masyarakat adat, maka pembangunan hanya akan menjadi sarana untuk menggilas masyarakat adat beserta dengan hutan tempat mereka mencari nafkah," ungkap Kandaimu.
Selain itu, Susan juga meminta agar PJ Gubernur yang baru ini memastikan pemilihan gubernur Papua Selatan berjalan dengan lancar dan demokratis.
"Agar pemimpin yang kita hasilkan di dalam proses demokratis nanti mampu menjawab apa yang menjadi keprihatinan masyarakat Papua Selatan khususnya masyarakat adat yang belum tersentuh kebijakan pemerintah secara merata," ungkap Kandaimu.
Ia juga meminta agar PJ Gubernur yang baru sungguh-sungguh memperhatikan kerusakan hutan di Merauke dan wilayah lain di Papua Selatan sebagai prioritas dalam sisa waktu menjabat. "Sebab hutan adalah ibu bagi masyarakat adat, tempat ia mendapatkan makanan bagi kehidupan keluarganya. Kalau hutan rusak, maka punahlah masyarakat adat di Papua Selatan," tandas Kandaimu. (Y/M)
.jpeg)