Tanggapi pemberikan tanah secara cuma cuma, IPMANAPANDODE Semarang Salatiga: Kami Menolak segala Pembangunan Pos TNI dan Perusahaan di Meewo

 


Semarang-(katuaitv)- Ikatan pelajar mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDODE) Menanggapi Pemberinan Tanah oleh masyarakat bibida kabupaten Pania  kepada TNI, seluas tanah sebesar 10.000 M2 Untuk membangun Koramil 1703 dibibida beberapa hari yang lalu tanggal 29 Juni 2024, dan menolak segala bentuk Perusahaan di papua tengah.

 

Papua bukan tanah kosong,  kami mahasiswa bersuara karena Papua yang Tergabung dalam Ikatan pelajar mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai IPMANAPANDODE Semarang Salatiga menolak dan meminta segera tarik kembali hak Ulayat tanah adat masyarakat  bibida kabupaten Paniai dan kami tolak pembangunan Koramil 1703, dan menolak segala bentuk perusahaan di meeuwo,  Hal tersebut disampaikan Edmondus Dogomo dalam jumpa pers yang digelar  di asrama putra Dogiyai pada Kamis, (4/7/2024) kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. 

 

Lebih lanjutnya, tebai menilai pemberikan tanah secara cuam cuma dalah doktrik dari orang ketiga yang telah dipasang militer Indonesia.

 

“Masyarakat memberikan tanah seluas tanah sebesar 10.000 M2 Untuk membangun Koramil 1703 dibibida,  itu pun merupakan bagian atau suatu kesuksesan dan kerja sama oleh pihak ketiga atau orang yang dipasang oleh militer Indonesia dan seenaknya memberikan tanah seluas tanah untuk pembangunan Koramil,” Katanya.


Sementara itu, Henok tebai, Mewakili Pengurus Aliansi mahasiswa papua mengatakan,  kehadiran daerah otonomi baru dan otsus jilid II, daerah meewo akan menjadi Incaran para Investor Nasional.

 

“Setelah Melihat dan Pempelajari beberapa bulan belakangan ini setelah Otsus Jilid II dan DOB Papua Tengah hadir maka daerah meeuwo menjadi wilayah yang diincar para inverstor Nasional dan multi nasional juga menjadi daerah dengan tingkat Operasi militer. Hal ini kita dapat mengamati dari operasi militer TNI POLRI VS TPNPB yang mengakibatkan masyarakat mengungsi ke Paroki Gereja Katholik Madi” katanya.. 

 

Berikut adalah Permnyataak  sikap Ikatan pelajar mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai IPMANAPANDODE Semarang Salatiga.

Pertama, Segerah Lakukan Perundingan antara Indonesia dan Papua  disaksikan negara pihak ketika yang netral

Kedua, Pemerintah segera  cabut surat perijinan tanah  untuk membangun pos koramil 1703 di bibida kabupaten paniai.


Ketiga, Ttolak pembangunan jalan trans (menou _mapiha)dan seluruh tanah papua.


Keempat, Tolak Rencana Penambangan Gunung Wealand dan segera tutup perusahaan-perusaan ilegal di wilayah Meeuwo seprti PT. Zomlion di Kapiraya dan Tutup Freeport, BP, LNG Tangguh, MNC, MIFEE, dan seluruh perusahaan asing lainnya, yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di atas Tanah Papua Barat.


Kelima, Buka akses jurnalis asing dan nasional seluas-luasnya di West Papua


Keenam, Tarik militer organik dan non-organik dari West Papua


Ketuju, pemerintah Indonesia segera cabut militer di tanah papua 


Kedelapan,  segera usut tuntas 2 warga korban operasi militer dibibida paniai  atas nama pilemon Gobai dan detius kogoya


Kesembilan, Prabowo dan elit elit negara stop menganggap permasalahan di papua  persoalan lokal


Kesepulu,  Berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa papua barat (*)


Penulis Pelipus Mote

 

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel