Liput Disinformasi politik, Media Online KatuaiTv Terpilih Dalam 40 Media Terbaik Di Indonesia



Jayapura,(KATUAITV)- Aliansi Jurnalis Independen (Aji Indonesia) Mengadakan  Pendaftaran Training investigasi disinformasi politik untuk Jurnalis dan pemeriksa fakta, dengan target Peserta dalam pelatihan ini adalah 40 orang jurnalis dan pemeriksa fakta. 


Melalui seleksi yang cukup ketat Media Online www.katuaitv.com terbilih Menjadi perserta untuk liput Peserta dalam pelatihan ini adalah 40 orang jurnalis dan pemeriksa fakta.


Hal itu di ketahui ketika Aji umumkan peserta yang terpilih dalam Peserta dalam pelatihan ini adalah 40 orang jurnalis dan pemeriksa fakta. Pengumuam ini di sampaikan aji dalampesan di gmai redaksi katuaitv.com pada (28/11/2023).


Sebelumnya Yulianus Magai Jurnalis wagadei.id dan  Jurnalis katuiatv mengajukan Propsal Liputan, dengan perasaan tidak percaya akan lolos atau tidak.


“Awalnya memang saya tidak percaya, kalau kami (Katuaitv.com) Akan Terpilih  dalam Traning ini, apa lagi kami media yang baru saja kami dirikan, tapi puji Tuhan begitu di umumkan Hasil seleksi dari Alianji Jurnalis Independen (AJI) Indonesia,  kami masuk dalam 40 media terbaik untuk liput DISINFORMASI POLITIK,"katanya.


Kegiatan Training investigasi disinformasi politik untuk Jurnalis dan pemeriksa fakta dijadwalkan  akan lakkan secara online pada (9-12 /12/2023).  dengan tujuan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta untuk: 


Meningkatkan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi dan menyelidiki disinformasi politik.


Memberikan pemahaman peserta tentang strategi pemeriksaan fakta yang efektif dalam konteks politik.


Memahami investigasi platform digital Memahami informasi palsu, misinformasi online dan manipulasi media. 

 

Menhadirkan pemateri

 

Craig Silverman, Investigative Journalist for ProPublica 

Pradipa P. Rasidi, Digital Anthropologist and Engage Media Researcher.

 

Arbi Sumandoyo, Investigative Producer at Narasi TV

 

Dengan Judul Materi

 

Materi pelatihan terdiri dari: 

Cara menyelidiki buzzer politik, 

 Melacak pendanaan di balik disinformasi online Menyusun kerangka untuk melakukan laporan mendalam atau investigatif. 

 

Pada era digital saat ini, akses terhadap informasi telah berubah secara signifikan. Internet telah menjadi sumber utama untuk mencari informasi bagi banyak orang. Media sosial, platform berita, dan situs web lainnya dapat dengan mudah diakses dan disebarluaskan. 


Di tengah perkembangan teknologi ini, informasi terbuka (open source) menjadi sumber yang semakin relevan dalam dunia investigasi. Organisasi, perusahaan, peneliti, dan lembaga penegak hukum mengandalkan Informasi Open Source Intelligence (OSINT) untuk mengumpulkan data. Namun, pemanfaatan potensi OSINT dalam investigasi memerlukan keterampilan dan pemahaman khusus tentang penggunaan datanya.

 

Selain itu tantangan disinformasi politik semakin merajalela di era digital, di mana informasi dapat dengan cepat disebarkan dan menjadi influensial dalam konteks politik. Jurnalis dan pemeriksa fakta memiliki peran krusial dalam menanggapi dan merespons fenomena ini.


Disinformasi politik dapat merugikan integritas demokrasi, menggoyahkan kepercayaan masyarakat, dan memicu ketegangan sosial. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterampilan dan pemahaman yang mendalam bagi para profesional media untuk dapat secara efektif mengidentifikasi, menyelidiki, dan melawan disinformasi politik. (*)

 

Redaksi Katuaitv

 

 

 

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel