Tanggapi tinggi kasus HIV-AIDS di Nabire, IPMN Jayapura Gelar Diskusi

 Saat diskusi menanggapi tinggi kasus HIV-AIDS Nabire, IPMN Gelar Diskusi pada Senin (2/10/2023).


JAYAPURA, (KATUAITV)-- Ikatan pelajar Mahasiswa Nabire (IPMN) Se-Jayapura Melalui Bidang pendidikan dan penalaran Melakukan Diskusi "Bahaya HIV-AIDS bagi generasi muda Papua," Diskusi yang di lakukan di asrama putri Nabire perumnas 1 Waena kota Jayapura pada Senin (2/10/2023). itu, di lakukan guna menanggapi catatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang mencatat Nabire menjadi Daerah Tertinggi Kasus HIV-AIDS.


Sebelumnya, dinas kesehatan provinsi Papua, mencatat, kasus HIV-AIDS tertinggi tercatat di Kabupaten Nabire tercatat 9.412 kasus, menyusul Kota Jayapura 7.953 kasus, Mimika 7.130 kasus, Jayawijaya tercatat 6.883 kasus, Kabupaten Jayapura 4.533 kasus, Biak 2.904 kasus, Merauke 2.729 kasus, Paniai 2.111 kasus, Kepulauan Yapen 1.661 kasus dan Tolikara 1.177 kasus.

Pengurus IPMN,  Se-Jayapura, Yulius Bobi Mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah langka kecil dengan tujuan agar kasus ini bisa di kurangi, tapi juga pemerintah harus dukung dengan aksi yang akan di lakukan Mahasiswa.


"Pemerintah kabupaten Nabire harus serius tangani kasus kasus seperti ini, Kami akan lakukan hal hal kecil untuk mencegah kasus kasus ini, tapi juga pemerintah harus dukung, Dukung cegah kasus kasu ini," tegasnya.

Epan Petege yang tampil juga Sebagai pemateri Mengatakan, HIV AIDS adalah penyakit yang hingga saat ini belum ada obat, walaupun berbagai daerah di Papua memiliki obat tradisional untuk sembuhkan penyakit itu.

"Penyakit itu ( HIV AIDS) bahaya, kalau kena tidak memiliki obat, Hingga saat ini pihak kesehatan belum menemukan obat untuk cegah, walaupun beberapa daerah di Papua memiliki obat tradisional yang bisa menyembuhkan penyakit itu, tetapi itu juga belum di pastikan secara baik di lap atau tempat periksa obat, untuk itu, Anak mudah Papua Harus Lawan itu," katanya.

Ia juga berpesan agar anak mudah Papua harus setia bersama pasangan, selain itu jika berhubungan harus pake pengaman.

"Sesuaikan dengan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, data yang dihimpun terungkap penularan kasus HIV-AIDS di Tanah Papua terbanyak akibat berganti pasangan, untuk itu anak Papua harus setia dengan pasangan," pesannya.(*)


Penulis Yulianus Magai

Editor mutiara Papua 

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel