Peran hadirnya WWF ( World Wildlife Fund ) di papua
Ini adalah Tugas UTS salah satu mahasiswa hubungan internasional fakultas ilmu sosial dan politik Namanya Juinio Bryan Kambu dengan Nim 2019031054016
ABSTRAK
. WWF Indonesia sebagai organisasi lingkungan internasional berupaya membantu Indonesia menyelamatkan penyu dengan terlibat secara langsung dalam proses penyelamatan penyu di Bali. Setelah melalui berbagai proses analisa, isu perdagangan penyu ini juga dimungkinkan mendapat perhatian yang lebih luas salah satunya adalah karena berbagai upaya kampanye yang dilakukan oleh WWF Indonesia. Mereka memberikan informasi kepada masyarakat serta mendorong beberapa negara untuk membuat seperangkat aturan agar dimungkinkan untuk tidak lagi melakukan perdagangan penyu di wilayah hukum masing-masing negara. Sebagai kesimpulan, WWF Indonesia memiliki peranan penting sebagai pihak yang mendorong isu pelarangan perdagangan penyu dan mendukung upaya –upaya pelestarian penyu agar dapat dilaksanakan oleh negara-negara di dunia terutama di Indonesia sebagai wilayah jelajah penyu di dunia.
Hal Kerja sama juga diambil oleh pemerintah papua dengan WWF Indonesia untuk menjaga kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati di Bumi Cenderawasih.” Dengan adanya WWF Indonesia dipapua pengelolaan kawasan konservasi kedepan, dapat memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat dan pemerintah daerah, WWF Indonesia dan Program Papua yang bekerja sama dalam rangka penguatan fungsi kawasan konservasi melalui pengamanan, perlindungan, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan
Pendahuluan
1.1 latar belakang
WWF mulai beroperasi di Ujung Kulon pada 1962, bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dengan proyek perdana konservasi Badak Jawa. Pada rentang waktu ini, WWF dilibatkan dalam penyusunan dokumen pertama mengenai Rencana Strategi Konservasi Badak dan penyempurnaan Rencana Utama Konservasi Alam.
Hadirnya WWF di papua membuat dapat yang baik bagi ekosistem alam papua membantu manjaga memberi pemahaman tentang alam dan kawasan dilindunggi, hadirnya WWF diprovinsi papua barat menjadi sebuah Menindaklanjuti pengumuman baru-baru ini dari Pemerintah Papua Barat yang akan menyisihkan 60% dari tanahnya untuk konservasi, WWF telah memperkenalkan pemetaan tempat-tempat penting bagi masyarakat dan penggunaan lahan tradisional sebagai dasar untuk tata kelola sumber daya. Beberapa kawasan yang menjadi prioritas adalah Cagar Alam Arfak, Cagar Alam Tambrauw, Cagar Alam Tambrauuw Utara dan Selatan dan Jeen Womom. Jeen Womom adalah area pesisir seluas 32.350,8 ha yang berfungsi sebagai katalisator untuk melindungi habitat bersarang Penyu Belimbing yang paling penting di Asia Pasifik. Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen untuk mengamankan provinsi ini melalui memberlakukan Rencana Tata Ruang Wilayah Papua Barat yang terdiri dari 60% kawasan dilindungi dan 40% kawasan budidaya. Ini akan memastikan bahwa area seluas 682.180 ha untuk penambangan dan 3.076 ha area kelapa sawit tidak akan diperluas.
WWF akan mempersiapkan keahlian teknis Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk meninjau rencana tata ruang regional dan penilaian lingkungan strategis.
Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah provinsi papua selatan bekerja dengan Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kajian ilmiah adalah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Selatan, Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lahan Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Musamus, Merauke, Universitas Cenderawasih, dan Yayasan WWF Indonesia.
komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan pembangunan. Aspek abiotik, biotik, dan kultur menjadi elemen penting yang dianalisis di dalam dokumen tersebut.
Salah satu kabupaten yang berada diprovinsi papua yaitu kabupaten jayapura melakukan dan memperhatikan soal konservasi lingkungan dapat dilihat dari adanya salah satu hutan adat di kampung rephang muaif, distrik nimbokrang, yang deijadikan sebagai hutan ekowisata yang pengelolaanna dilakukan oleh masyarakat setempat, menjaga keseimbangan alam dan lingkungan bagi keberlangsungan kehidupan manusia itu yang sangat dibutuhkan.
Peran WWF sangat dibutuhkan dipapua yang mempunyai alam, hutan dan ekosistem yang masih alami membuat suatu tantangan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah menjaga keberkangsungan ekosistem papua dengan bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature”.( WWF ).
1.2 Metodologi
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar pentingnya peran WWF bagi papua, Sumber data penelitian ini dibagi menjadi sumber sekunder data-data media online, teknik pengumpulan data ini mengunakan metode internet searching untuk mengumpulkan data-data yang akan dibahas.
1.3 Hasil dan pembahasan
Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang pentingnya peran WWF di papua untuk ,menjaga ialam, hutan dan ekosistem yang masih alami, agar alam papua terjaga dan alami.
Penbahasan penelitian ini untuk mengetahui cara kerja WWF dipapua untuk mrnjaga ekosistem alam,pebtingnya kehadiran WWF dipapua agar memberi pemahaman kepada masyarakat tentang alam, ekosistem dan kelestarian hewan liar.
Kesimpulan
Menjaga alam agar terawat adalah suatu tantangan yang besar buat dunia sekarang ini, dengan kesadaran diri menjaga, alam dan melindungi ekosistem akan sangat baik untuk generasi yang baru, WWF hadir dipapua untuk membuat pemehaman tentang pentingnya menjaga ekosistem alam yang sudah ada, melindungi dan melestarikan keanekaragaman flora dan fauna dan ekosistem alam yang ada.
Daftar pustaka
1. LOPES M. Kolaborasi Pemerintah, Universitas, dan WWF Lahirkan Kajian Pembangunan Berkelanjutan Papua Selatan. kompas.id. Published August 30, 2023. Accessed October 10, 2023. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/08/30/kolaborasi-pemerintah-perguruan-tinggi-dan-wwf-lahirkan-kajian-pembangunan-di-papua-selatan
2. Evarianus Supar. WWF: Kampung Rhepang Muaif Jayapura masuk kawasan konservasi. ANTARA News Papua Barat. Published March 5, 2023. Accessed October 10, 2023. https://papuabarat.antaranews.com/berita/27807/wwf-kampung-rhepang-muaif-jayapura-masuk-kawasan-konservasi
3. Global Environmental Conservation Organization - WWF Indonesia. WWF-Indonesia. Published 2023. Accessed October 10, 2023. https://www.wwf.id/lokasi/papua-barat
