Kampanye Lewat Foto Opportunity,Orang Muda di Sorong Lawan Oligarki
![]() |
| Aksi foto opportunity orang muda di Sorong lawan oligarki (RB Katuaitv) |
SORONG, Katuaitv---Sejumlah anak muda di Sorong, Papua Barat Daya melakukan aksi foto opportunity di sejumlah instasi pemerintah dan tempat keramaian guna melawan kelompok oligarki.
Samuel Moifilit, juru kampanye Selamatkan Manusia,Tanah dan Hutan Malamoi mengatakan aksi foto opportunity yang melakukan tersebut merupakan bentuk penolakan undang-undang omnibuslaw yang disahkan oleh pada 5 Oktober 2020 lalu
“Ketika UU Ciptaker disahkan, beberapa konflik lahan yang melibatkan masyarakat melawan perusahaan telah muncul ke permukaan terutama di Tanah Papua,” kata Samuel di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya (5/10/20223).
Samuel memandang kerusakan lingkungan hidup, hilangnya hak rakyat (khususnya masyarakat adat, perempuan, dan kelompok rentan), serta ancaman terhadap proses demokrasi adalah
“ Jelas terlihat dari contoh-contoh di atas bahwa elite politik telah berperan ganda menjadi pejabat sekaligus memiliki kepentingan bisnis yang mencengkeram tata kelola pemerintahan, sehingga mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang terkait dengan eksploitasi sumber daya alam,” paparnya.
Juru kampanye Selamatkan Manusia,Tanah dan Hutan Malamoi menegaskan ancaman utama bagi lingkungan hidup dalam Omnibus Law terletak pada perubahan proses perizinan untuk investasi yang berbasis lahan yang terkait dengan bisnis ekstraktif di sektor sumberdaya alam, dan sebagai karpet merah untuk proyek strategis nasional.
“Dengan disahkan omnibus law proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sangat mudah diperoleh. Hal ini sangat mengancam eksitensi masyarakat adat pada umumnya terlebih khususnya di Tanah Papua. Dimana hutan Papua sebagai salah satu penyumbang oksigen terbesar di dunia kini dalam ancaman,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ia juga mengajak orang muda di Tanah Papua untuk terus bersuara melawan kelompok oligarki yang terus berupaya mengicar sumber daya alam di Tanah Papua.
“Masa depan bumi di tangan kami orang, kita harus bersuara dan melawan bersama. Mari kawan-kawan muda kira rapatkan barisan perlawan bersama,” ajaknya..
Pewarta: R.B
.jpg)