Bumi Dogiyai Maafkan mereka



Sore ini Wajah cerah dogiyai benar benar Nampak, biru seperi langit di kaki Gunung katuai, indah sekali. Tidak heran, digiyai memang indah di pandang dan menakutkan untuk di dekati dengan Pembangunan yang sangat tertinggal. Jalan menuju Distik kamu Selatan sangat memprihatinkan, Manusianya yang tanpa sadar membuang sampah secara sembarangan. Kita mau salahkan Hujan? hehehe, Keluru kita, sangat kerilu. Hujan turun dengan maksuk yang baik, manusia yan tak peduli lyngkunganlah yang membuatnya terasa buruk, bukan kah cinta juga begitu. hehe.

 Aku pernah jadi Tukan ojek, Moanemani  ke Jembatan mauwa, Jalan menuju Distik kamu selatan,  sewaktu aku sekolah di Jayapura. Masyarakat kadang takut untuk menaiki ojek, karena jalan yang begitu banyak Lubang, walaupun dengan membayar 20 ribu Tidak ada pilihan lain, Masyarakat selalu gunakan bermotor sebagai jalan satu satunya yang bisa mereka akses. apa kabar Pemda dogiyai. 

Dogiyai Memang  di juluki sebagai Negeri di Atas Awan. Yang memilik udara Yang segar dan Tanah subur, serta alam Yang luas. tapi itu dulu, dulu sebelum Kawin silang terjadi,  dulu engkau begitu indah, setiap pagi ku hirup udara segar dari hitan mu,  ku nikmari  kopi buatan moamemani.

Kala siang, Kau tetap terbaik, ku rasakam hangat sinar matahari mu, Tanpa ada Yang terasa Tersiksa.

Ketika berangjak sore, aku dari atas Gunung dogiyai ku saksikan indah awan baik mu, Yang mengantar senja pergi atas kota dogiyai. Jenja memang membawah dogiyai ke dalam  Kegelapan, Tapi Tuhan siuapkan kan bintan di balik gelap untuk kita nikmati. 

Tapi kini sekarang kalu berubah, kesegaran Angin dari hutam bersejarah mu sekarang hanya nama, hanya nama. sungai mu kini tercemar, dengan bau solar dan bensin, sungai mu di Jadikan tempat buah sampah dan tanah subur mu sekarang mengeras, akibat kemalasan atas hadirnya lingkungan luar.

Bumi dogiyai maaf kan mereka, Yang menyakitimu secara diam, mereka juga hanyalah sekeritir bagian dari mu, Yang selalu merasa tak bersama terhadap mu karena telah merusak dan tidak merawat mu maafkan mereka.

bumi untuk rawat, Jaga Hutan, Jaga sungai, jaga tanah. Bumi maafkan kami. (*)



Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel