Beredar video dugaan hinaan, Ini tanggapan Bupati Nabire
Jayapura, (KATUAITV)- Beredar Video Bupati Nabire Mesak Magai di beberapa grup WhatsApp bahkan di beberapa sosial media seperti Facebook dan tiktok, hingga beberapa Chanel YouTube, pun ikut muat Hal tersebut Lansung di tanggapi Bupati Nabire Mesak Magai.
"Sy dgn Kaka Dainel kami dua biasa main dan beliau tinggal dgn sy, video ini sy kirim ke kaka Dainel sendiri, tp krn ada org yg tdk senang sy maka ambil dari hpnya. Jelas bupati Mesak magai di salah satu Grup whatssap yang di Ambil KATUAITV pada Kamis (19/10/2023).
Bupati Nabire yang saat ini menata kota Nabire secara Utuh itu juga menjelaskan Beberapa dialog antara kepala kampung dan Bupati Saat melantik kepala Kampung yang selalu Gunakan koteka itu.
"Ketika beliau lantik menjadi kepala Desa kk Dainel tanya sy bahwa beliau mau ganti pakaian tp justru sy tdk mau dan tatap gunakan busana," katanya.
Salah seorang yang Enggang mediakan Namanya Menyebut, Orang Papua khususnya Orang mee tidak Harus merasa di Hina Karena Kata kata Bupati berunjuk pada Oknum Teman Canda di Rumah
"Video yang Vilar itu merujuk spesifik ke satu oknum, namanya, jabatan, kampung, status disebut dlm video itu. Artinya kalau pake logika bahasa Indonesia yg baik dan benar, ini merujuk ke satu oknum yg spesifik itu. Maka tidak benar semua orang Mee yg lain merasa terganggu, harga dirinya ikut dilecehkan, dan lain lain Karena ungkapannya merujuk ke satu oknum spesifik dan bukan menjurus ke umum yg menyangkut orang Mee keseluruhan," katanya.
Berkaitan dengan poin satu di atas, kata dia, "sudah diklarifikasi bahwa Bupati MM kenal dengan oknum yg dimaksud dlm video, mereka keluarga, tinggal bersama mula, dan sebelumnya saling bercanda Maka seharusnya semua orang Mee yang nonton tidak merasa dirinya terhina, merasa dilecehkan, merasa ikut direndahkan, karena Bupati MM merujuk spesifik ke satu oknum dan bukan semua," Katanya.
Ia juga menjelaskan kebiasaan orang Mee Mapia, Bagi kebanyakan orang Mapiha dan siapapun mereka yg logis tentu memahami ini ditujukan ke oknum yg spesifik dan bupati MM dalam video tidak menggunakan kata-kata dn kalimat yg ambigu yg bisa menimbulkan kesan, kata katanya itu ditujukan ke semua orang mee. Tapi Memang disesalkan video candaan spt itu dipopulerkan oleh orang-orang yang mungkin punya maksud politis," ujarnya.
Karena sudah viral maka kita hanya bisa melihat, orang yang akan merasa bahwa dirinya ikut dilecehkan dam dihancurkan dan direndahkan derajatnya adalah orang yang tidak memahami tata bahasa Indonesia, dimana ungkapan yg spesifik ke satu oknum sudah tidak memberi ruang kepada yg umum spt semua org Mee utk ikut terluka dn direndahkan. Dan semua pihak yg akan menyebarkannya mungkin adlh pihak yg memiliki maksud lain," katanya.
Penulis Yulianus Magai
