"PRASYARAT UTAMA YANG HARUS PAPUA LAKUKAN AGAR PAPUA BEBAS MERDEKA"

"PRASYARAT UTAMA YANG HARUS PAPUA LAKUKAN AGAR PAPUA BEBAS MERDEKA"

(Saya mohon Anda siapkan waktu hanya 15 menit saja untuk memahami artikel ini)

Alasan mendasar mengapa bangsa Papua berjalan melingkar pada porosnya, yang mana tidak menemukan jalan ke luar, karena KITA TIDAK MEMAHAMI RENCANA dan TIDAK MELAKSANAKAN KEHENDAK TUHAN. Selama ini bangsa Papua memaksakan rencana dan kehendak manusia. Padahal rencana dan kehendak manusia itu belum tentu dikehendaki oleh Tuhan. 

Sebab ada tertulis dalam kitab Yesaya 55:8 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN". Jadi rancangan Tuhan itu bukan rancangan manusia. Dan juga rancangan manusia itu bukan rancangan Tuhan. Agar rancangan manusia itu konek dan seturut dengan maksud Tuhan, maka manusia harus terlebih dahulu memahami kehendak Tuhan. 

Sebab ada tertulis dalam kitab Yeremia 29:11
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan".

Tuhan punya rancangan yang indah bagi setiap kita, baik pribadi, keluarga, kampung, wilayah, marga, suku, kelompok, golongan, atau bangsa apapun. Dari semula Tuhan sudah merancang dan menetapkan JALAN hidupnya masing masing, baik pribadi maupun kolektif yang indah, bukan rancangan kecelakaan. Tetapi karena kelalaian kita sendiri, dan juga kejahatan sesama kita yang lain, maka terjadilah kehancuran dalam kehidupan ini.

Ada tertulis dalam kitab Amsal 20:24 "Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?" Manusia dapat mengerti jalan hidupnya, jikalau manusia itu melibatkan Tuhan dalam merencanakan dan melaksanakan sesuatu. Artinya mendengar suara hati, suara Roh Kudus yang adalah suara Tuhan dalam peziarahan hidup kita di dunia yang fana ini, agar kita tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, artinya "FOKUS TERARAH KEPADA MAKSUD TUHAN". 

Bagaimana mungkin kita mendengar suara Tuhan jika kita belum memiliki Roh Kudus. Karena itu, bertobatlah dari dosa, dan mengundang Tuhan sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi di dalam hati, serta menjaga kekudusan dalam kebenaran Firman Tuhan. Dengan demikian Roh Kudus akan menuntun kita untuk memahami kehendak Tuhan, dan Roh Kudus akan memampukan kita untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

Dalam konteks perjuangan bangsa Papua, "bagaimana mungkin kita memahami kehendak Tuhan tentang masa depan bangsa Papua, jikalau kita sendiri mengeraskan hati dan tidak mau mendengar suara hati, suara Roh Kudus yang adalah suara Tuhan?" Tanpa kita memahami rencana kehendak Tuhan tentang masa depan bangsa Papua, maka kita sangat sulit menemukan JALAN KE LUAR untuk bebas dari belenggu dosa dan tirani penjajahan. 

Adalah keharusan bagi kita miliki Roh Kudus dan berusaha untuk menghasilkan sembilan buah Roh (kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri); serta senantiasa menjaga kekudusan dalam kebenaran Firman Tuhan, juga semakin peka mendengar suara hati yang adalah suara Roh Kudus, Suara Tuhan. 

Kita harus TAKUT AKAN TUHAN. Takut akan Tuhan adalah menaati segala perintah Tuhan dan menjauhi semua larangan-Nya. Sebagaimana tertulis dalam kitab Ulangan 10:12-13 (TB) "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang ku sampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu."

Jadi intinya adalah TAKUT AKAN TUHAN. Hal Takut Akan Tuhan inilah yang menjadi PRINSIP DASAR MORAL BANGSA Papua. Takutlah kepada Tuhan yang dapat membinasakan tubuh dan jiwa di dalam neraka (Matius 10:28). Hanya dengan dasar "TAKUT AKAN TUHAN" bangsa Papua akan hidup seturut dengan kehendak Tuhan. Hanya dengan TAKUT AKAN TUHAN, maka Tanah dan bangsa Papua akan dipulihkan secara total. Hanya dengan Takut Akan Tuhan peradaban bangsa Papua akan dibangun dan berdiri kokoh.

Kemerdekaan bangsa Papua adalah kemerdekaan untuk mempersiapkan JALAN bagi Tuhan yang akan bergandeng bersama dengan bangsa Israel, maka bangsa Papua harus terlebih dahulu memahami dan melaksanakan kehendak Tuhan. Sebab ada tertulis dalam Injil Matius 6:33 ".... carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Di bawah ini ada tiga pra syarat utama sebagaimana yang dikehendaki Tuhan, yang bangsa Papua harus lakukan agar Tanah Air dan Bangsa dipulihkan indah pada waktu-Nya, yaitu:  

Pertama, BERTOBAT dari dosa (lahir baru di dalam Tuhan). Hanya orang orang pilihan yang sudah menguduskan diri yang akan masuk menikmati susu madu di Eden Papua di Tanah Suci Papua, maka itu kita sedang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk BERTOBAT dari dosa yaitu "lahir baru di dalam Tuhan.

Kedua, BERDAMAI dengan siapapun sekalipun musuh; Kita tidak berdamai, berarti dosa tetap ada. Seperti ada tertulis dalam Injil Lukas 6:37
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni". Maka itu, sebelum kita memohon pengampunan atas dosa kita dari Tuhan, sebelumnya kita harus berdamai dengan diri, berdamai dengan sesama, berdamai dengan alam ciptaan Tuhan, berdamai dengan leluhur dan berdamai dengan Tuhan. Bukan Papua merdeka terlebih dahulu, barulah kita berdamai; Tetapi sebaliknya, kita berdamai terlebih dahulu, barulah Tuhan akan mengampuni dosa kita; Selanjutnya Tuhan akan memulihkan Tanah dan bangsa Papua. Ini sesuai kehendak Tuhan; Ini hikmat dari Tuhan, bukan hikmat dari duniawi.

Ketiga, BERSATU di dalam rencana kehendak Tuhan, bukan bersatu di dalam rencana kehendak manusia yang penuh ambisi dan kepentingan sektoral. Dalam pra syarat PERSATUAN ini, ada beberapa hal harus disiapkan dan dilakukan yaitu: 1) Tuhan hendak pulihkan itu bukan hanya Papua Barat saja, tetapi termasuk Papua Timur (Papua New Guinea - PNG); Artinya dari pulau Gaak Sorong sampai Samarai PNG; Sehingga perjuangan yang harus kita bangun saat ini adalah PEMBEBASAN GAAK SORONG sampai SAMARAI PNG; 2) Landasan Hukum Dasar dan Atribut atribut bangsa Papua harus sesuai dengan kehendak Tuhan; 3) Masa depan Papua adalah Tanah Suci atau Eden Papua. Maka itu, Bapa Yahwe sedang memproses segalanya yang ada di Tanah Air Papua (dari Gaak Sorong sampai Samarai PNG) menjadi suci dan kudus serta satu kesatuan di dalam Tuhan. Api Roh Kudus sedang membakar segala yang kotor, bernoda, dan dosa dari Gaak Sorong sampai Samarai PNG untuk dipulihkan dan dikuduskan; 4) Negara yang lahir juga adalah Negara Suci. Maka itu, Pemerintahan dan para kabinetnya harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka itu, Pemimpin (Yosua Papua) dan para kabinetnya Tuhan sudah siapkan, maka indah pada waktu-Nya, Tuhan akan orbitkan. Pemimpin (Yosua Papua) dan para kabinetnya adalah orang orang Papua yang TAKUT AKAN TUHAN dan diurapi oleh Bapa Yahwe. Tuhan itu melihat hati manusia, bukan melihat penampilan di luar.

Untuk mempersiapkan Negara Suci Papua, atas perintah dan kehendak Tuhan pada 1 Desember 2020 di Aula Asrama Yame Owa Tunas Harapan di Jayapura, kami JDRP2 sudah menyatakan "DEKLARASI PEMULIHAN BANGSA PAPUA LAHIR BARU DALAM TUHAN" di mana kami mengumumkan berdirinya "KERAJAAN TRANSISI PAPUA" sekaligus meluncurkan buku berjudul: "BERGULAT MENUJU TANAH SUCI PAPUA". 

Kami sudah pertanggung jawabkan Deklarasi itu kepada Pihak Kepolisian Indonesia di Polsek Abepura - Jayapura pada hari itu 1 Desember 2020; Dan hingga sampai saat ini mereka (Polisi Indonesia) tidak berani periksa, tahan dan tidak berani memenjara kami, karena tangan Tuhan menyertai kami untuk mewujudkan rencana kehendak-Nya di atas Tanah Air Papua. 

Marilah kita bersatu mengawal bersama JALAN yang Tuhan sudah buka ini, yang sedang dikawal oleh JDRP2 agar kita segera sampai di puncak "Revolusi Iman" atau "Kemenangan Iman". 

Sebagaimana tertulis dalam kitab Amsal 16:9 "Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya". Juga tertulis dalam kitab Yesaya 55:9 "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu". 

Akhirnya, ada tertulis dalam kitab Injil Lukas 18:27 Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." Roma 8:31 b "Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" Wahyu 2:17 "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya." Amin. Terpujilah Tuhan.

Atas pertolongan Tuhan, PAPUA PASTI BISA.

Oleh: Selpius Bobii, Koordinator 'Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua' - JDRP2 Jayapura: Jumat, 28 Juli 2023
Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel