Mengenal sosok Yohanes W Petege pemilik pena Busur kecil

Nama Yohanes W Petege, di kenal Kalangan mahasiswa di Jayapura dengan hadirinya 3  Buku yang dirinya tulis.   Yohanes W Petege adalah anak mudah Papua yang tak mau ketinggalan zaman, tidak mau di sebut Anak yang bukan anak mudah. "Anak mudah musti harus jadi virus dalam sistem" itulah yang di buktikan oleh mahasiswa semester 6 ini.


Yohanes W Petege,  Lelaki Timepa, Mapia Dogiyai Papua Tengah, Negeri yang di kenal dengan "Negeri diatas Awan.   Yohanes sapaan Jhon ini, menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) di SD YPPK St. Maria Tlemans Timeepa.  Sekolah Mengenah Pertama (SMP) dari SMP YPPK St. Fransiskus Moanemani, Sekolah Mengenah Atas (SMA) dari SMA YPK Tabernakel Nabire, dan melanjutkan kuliah Pendidikan Perguruan Tinggi (PPT) di Universitas Cendrawasih Jayapura.  hingga kini Jhon sapaan Akrabnya ini masih menempuh pendidikan di Universitas cendrawasih Papua.


Mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Perpustakaan Semester 6 asal Suku Mee, Yohanes W Petege berhasil menerbitkan 2 buku dengan judul "Kata Sebagai Jalan Menuju Kesuksesan" (pertama) di Jayapura Papua " kini Yohanes W Petege Kembali Menerbitkan buku keduaNya, pada semester (6) Dengan Judul Yang berbeda Yaitu Mengenal Jati Diri dan Eksistensi Budaya Meepago.

Yohanes W. Petege, putra Terbaik Papua Yang Mempersembahkan dua buku untuk anak Papua, Itu Mengaku dirinya ,Mengenal Iiterasi (baca dan Tulis) semenjak dirinya masuk pada semester pertama Perguruaan Tinggi juga Kadang Terpengaruh dengan stigma kemalasan. 

Baca jugahttp://katuaitv.blogspot.com/2023/07/sesilius-kegou-dan-rintihan-suara-nyawa.html

"Sejak awal saya masuk kuliah sangat makro, untuk masuk di dunia literasi baca dan Tulis, dengan stigmen fundamental adalah mengapa orang Papua tidak bisa menulis, sementara orang Papua memiliki edukasi yang militani baik itu dari aspek pendidikan, sosial, agama, dan lainnya, Maka Anak Papua Menulis adalah Langkah tepat untuk membuka kebusakan Manusia tidak bertanggung jawab di Papua kata dia tegas. 


Bagi Jhon Petege, Pemilik Pena "Busur Kecil" anak Papua adalah anak anak Yang memiliki bakat, akan tetapi hanya karena kurang serius dan malas Maka impian itu anak Papua Kubur hidup hidup


"Kita orang Papua memiliki banyak prodoktor tetapi, kurangnya berlitersi dalam fasilitas anak rel generasi maupun secara personalisme. Oleh karena itu, saya sendiri sungguh bahagia karena dapat bisa berlitersi dalam opsi menulis, akan tetapi karena kita malas maka kita kubur kabat kita hidup hidup. 



Dirinya Juga mengaku bangga, hingga akhirnya bisa terbitkan dua buku Sekalian



"Saya sendiri juga membanggakan karena saya bisa berlitersi dalam dunia pendidikan. Pada hal saya masih dalam dunia pendidikan (perkuliahan) di semester lima (5), saya meluncurkan salah satu sebuah Buku yang berjudul buku pertama, yaitu; Kata Sebagai Jalan Menuju Kesuksesan. Kemudian' yang kedua pada semester 5 masuk semester enam (6) saya meluncur buku kedua dengan berjul : Mengenai Jati Diri dan Eksistensi Budaya Meepago"



Kehadiran kedua buku ini, tidak hanya saja membuahkan diri tetapi, juga sebagai umpangan bagi anak Papua sehingga kita semua terjun untuk mewartakan diri orang Papua melalui berbagai tulisan, baik itu di media cetak maupun non cetak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya sebagai penulis mudah Papua hadir untuk kita saling menentukan saling mendorong antara intelektual dengan senior, senior dengan junior.

Pesan Jhon W Petege, Pemilik Pena Busur Kecil.

Menulis adalah suatu kegiatan yang dapat menuangkan setiap ide-ide yang lahir dari batin dan otak manusia, bahkan juga menulis sebagai senjata untuk menulusuri suatu perkara melalui deksripsi berpena.



Oleh karena, Kita sebagai Anak Mudah Papua harus dan Mahasiswa Papua harus memulai menulis tentang aspek pendidikan, sosial, agama, dan lain-lain. Menulis itu penting di tengah banjir informasi yang sedang saat ini terjadi terkait persoalan yang terjadi di Tanah Papua,"ujarnya".



Anak muda Papua dan Mahasiswa Papua yang selalu literasi berbagai hal dalam Dunia pendidikan, sosial, agama, dan lainnya. Ia juga hadir sebagai salah satu Mahasiswa Papua yang selalu literasi berbagai aspek dalam dunia literasi. Oleh sebab itu, saya bangga kepada Anak mudah Papua/ Mahasiswa Papua, Yohanes W. Petege, yang telah melahirkan kedua buku tersebut.


Yohanes W Petege menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) di SD YPPK St. Maria Tlemans Timeepa, Sekolah Mengenah Pertama (SMP) dari SMP YPPK St. Fransiskus Moanemani, Sekolah Mengenah Atas (SMA) dari SMA YPK Tabernakel Nabire, dan melanjutkan kuliah Pendidikan Perguruan Tinggi (PPT) di Universitas Cendrawasih Jayapura . hingga kini Jhon sapaan Akrabnya ini masih menempuh pendidikan di Universitas cendrawasih Papua.

Sukses selalu Kaka Jhon.


 By Yulianus Magai
Catatan, buku ketiga Jhon ini, Hingga saat ini belum  saya baca.


Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel