Di Depan Publik Sendiri, Persipura Kejar Mimpi Kembali ke Liga 1
Dukungan publik sendiri menjadi harapan besar bagi Persipura Jayapura saat menghadapi laga penentuan menuju Liga 1 musim depan.
Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persiku Kudus pada laga terakhir Grup B Pegadaian Championship 2025/2026 menjadi titik balik penting bagi Mutiara Hitam. Hasil tersebut memastikan Persipura finis sebagai runner-up dengan koleksi 56 poin, sekaligus menjaga asa untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Laga yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Minggu (3/5/2026), bukan hanya menghadirkan tiga poin, tetapi juga membuka peluang besar bagi Persipura untuk promosi melalui jalur play-off.
Pelatih kepala Persipura, Rahmad Darmawan, menegaskan kemenangan tersebut merupakan momentum penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh timnya.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah hari ini kita diberikan kemenangan yang sangat penting. Ini momentum yang belum tentu terulang,” ujar Rahmad dalam konferensi pers usai laga.
Ia mengakui perjalanan Persipura musim ini penuh tantangan dan tidak mudah diprediksi. Namun kini, kesempatan untuk kembali ke Liga 1 terbuka lebar.
“Kalau melihat perjalanan kita ke belakang, sangat sulit memprediksi kita bisa ada di posisi ini. Tapi sekarang kita punya kesempatan besar untuk masuk Liga 1 melalui play-off, dan itu belum tentu terulang,” katanya.
Menurut Rahmad, hasil pertandingan lain membuat posisi Persipura kini berada di titik penentuan, di mana nasib tim akan ditentukan pada laga berikutnya di kandang sendiri.
“Hasil pertandingan lain menyimpulkan bahwa nasib kita akan ditentukan di pertandingan berikutnya di tempat kita sendiri. Artinya, semua ada di tangan kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, kemenangan atas Persiku bukan sekadar hasil akhir, tetapi juga bagian dari proses persiapan menghadapi laga krusial ke depan.
“Pertandingan tadi adalah bagian dari simulasi untuk menyiapkan tim menghadapi pertandingan berikutnya. Ini jadi evaluasi sekaligus pembelajaran bagi kami,” jelasnya.
Rahmad juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental pemain dalam menghadapi tekanan tinggi di laga penentuan.
“Saya berharap pemain betul-betul menjaga kondisi fisik, psikologis, dan semua aspek performa. Ini sangat penting untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa rasa syukur harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Kita harus bersyukur dengan apa yang kita capai hari ini, dan menjadikan rasa syukur itu sebagai kekuatan untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ucapnya.
Sementara itu, Manajer Persipura, Owen Rahadian, menegaskan perjuangan tim belum berakhir meski berhasil meraih kemenangan penting.
“Puji Tuhan, kita bisa meraih kemenangan hari ini. Tapi saya sampaikan ke pemain, perjuangan belum selesai. Kita masih harus menghadapi play-off yang sangat menentukan,” ujar Owen.
Ia menegaskan sejak awal manajemen meminta pemain untuk tidak terpengaruh hasil tim lain dan tetap fokus pada permainan sendiri.
“Kita tidak perlu lihat hasil tim lain. Yang penting kita fokus pada apa yang bisa kita lakukan di lapangan. Kalau kita konsisten, hasil akan mengikuti,” katanya.
Menurut Owen, kemenangan atas Persiku menjadi bukti bahwa Persipura mampu tampil tenang dan konsisten di bawah tekanan.
“Ini pertandingan penting, tapi pemain bisa tetap tenang dan menjalankan instruksi dengan baik. Itu yang saya apresiasi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa manajemen telah menyiapkan bonus sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para pemain.
“Soal bonus sudah kita siapkan. Itu bentuk apresiasi untuk pemain yang sudah bekerja keras membawa tim sampai di posisi ini,” ucapnya.
Selain itu, Owen turut mengapresiasi dukungan masyarakat Papua yang memberikan energi tambahan bagi tim sepanjang pertandingan.
“Terima kasih untuk masyarakat Papua. Dukungan mereka sangat luar biasa dan menjadi semangat tambahan bagi pemain di lapangan,” katanya.
Kini, satu laga penentuan sudah menanti. Persipura akan menghadapi Adhyaksa FC Banten dalam laga play-off promosi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 di Stadion Lukas Enembe.
Pertandingan ini akan menjadi duel hidup-mati. Sesuai regulasi, laga dimainkan satu kali dan pemenangnya langsung mengamankan tiket promosi ke Super League musim 2026/2027.
Di sisi lain, dua tim telah lebih dulu memastikan promosi, yakni PSS Sleman dan Garudayaksa FC yang akan bertemu di partai final pada 9 Mei 2026.
Bagi Persipura, peluang yang tersisa kini tinggal satu. Bermain di hadapan publik sendiri, dengan dukungan penuh suporter, Mutiara Hitam membawa
satu misi besar: menang, promosi, dan kembali ke Liga 1.
