Pentabisan Pimpinan Gereja Yang Baru, Menerapkan 5 Program

Foto oleh Antonius Carceres Charles


Jayapura Katuaitv- Badan penghubung wilayah DPW 1 Sentani, Kabupaten Jayapura Provinsi papua,  menunjukkan komitmennya dalam membangun Jemaat dan karakter generasi muda Kristen yang berkualitas melalui pentahbisan pimpinan gereja yang baru untuk menerapkan 5 program kegerejaan demi mencapai “kesatuan jemaat untuk menyembah dalam Roh dan Kebenaran”  

Melalui badan penghubung wilayah DPW 1 Sentani, Kabupaten Jayapura Provinsi papua, mengadakan acara tahbisan Gembala (pimpinan Jemaat) di Gereja Bethel Gereja Pentakosta kecapi sion pada hari minggu, 11 agustus 2024. 

Pendeta Arnol Yoku dalam kotbahnya, mengatakan bahwa kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulu kita, adalah anugerah yang Tuhan kasih untuk dinikmati oleh semua orang yang tinggal di dalam Gereja. Maka sebagai orang percaya kita harus mensyukurinya dan terus mempertahankan serta mengisinya dengan memuji dan menyembah Tuhan dengan pikiran dan hati yang benar dan tulus disertai perbuatan kasih sebagai wujud pelayanan koinonia bagi sesama. 

Pendeta Fisenso Yoku selaku ketua wilayah dalam penggembalaannya mengatakan bahwa kemerdekaan dalam Kristus adalah kesempatan untuk melayani sesama. Dalam melayani  kita harus menghindari dosa dan pertengkaran dalam jemaat. Oleh karena itu pelayanan harus bernapaskan kasih akan Tuhan dan damai dengan sesama sebagai wujud iman yang holistik.

"Pendeta Aleks Fonataba sebagai gembala yang baru dalam gereja Kecapi Sion, mengatakan bahwa ia bersedia menjalankan tugas yang diembangkan kepadanya sesuai aturan gereja dan organisasi dan tuntutan pemerintah untuk membangun relasi dengan denominasi gereja lain termasuk sesama saudara yang beragama lain yang berdomisili di sekitar lingkungan gereja, sebagai wujud saling mengisi dan saling meneguhkan

5 program kegerejaan yang akan dikembangkan oleh gembala Sidang. Badan Penghubung DPW 1 Sentani menerapkan 5 program kegerejaan untuk membantu Warga gereja untuk membentuk hati yang menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran 

berdasarkan nilai-nilai etika Kristen dan ajaran alkitabiah.

Yang pertama, Liturgya, beribadah dan berdoa, gereja berusaha membantu para anggotanya agar memiliki hubungan yang dekat dengan Allah sehingga, gereja bisa menjadi tempat untuk merasakan dan menghayati komunikasi dengan Bapa, bersama Putra, dalam Roh Kudus.

Yang kedua, Diakonia (Pelayanan), pelayanan merupakan suatu pemberian diri dan penyaluran karunia. Gereja terus mendorong jemaat untuk lebih mencintai Tuhan dan sesama. Gereja melaksanakan tugasnya berpusat pada pelayanan Yesus Kristus yakni diakonia karitatif, diakonia reformatif dan diakonia tranformatif.

Yang ketiga, Martyria (kesaksian), meartyria merupakan pelayanan gereja yang berpusat pada kesakasian kepada masyarakat, baik lewat kata-kata maupun tindakan. Disisi lain martyria juga disebut sebagai panggilan injili umat Kristen. Gereja bertugas memberikan kesaksian yang berpusat pada Yesus Kristus. Untuk mewujudkannya, umat harus menghayati hidup sehari-hari sebagai orang beriman  di tempat kerja maupun di tengah masyarakat, berani memperjuangkan ketidakadilan, dan membantu orang-orang miskin dan terlantar.

Yang keempat, Koinonia (Persekutuan); tugas koinonia menyatakan keberadaan gereja sebagai suatu persekutuan. Gereja melaksanakan tugas koinonia untuk membangun relasi dengan orang lain sebagai persaudaraan yang berpusat pada Yesus Kristus. Dalam menjalankan tugas ini, gereja dapat menciptakan sarana untuk membentuk jemaat yang berpusat dan menampakkan kehadiran Kristus. 

Yang kelima Kerygma (pewrataan); tugas ini bersumber dari perintah Yesus yang mengutus para rasul-Nya untuk mewrtakan injil. Inti pewrtaannya membahas tentang pribadi Yesus Kristus yang melaksnakan karya keselamatan Allah melalui peristiwa wafat dan kebangkitan-Nya.

Sinergitas antara gembala dan jemaat ini, bertujuan untuk mencapai pertumbuhan gereja yang terus bertumbuh dalam iman, berakar dalam Tuhan dan berbuah di dalam Kasih.

Salah satu jemaat yang hadir dalam acara pentahbisan mengapresiasi upaya Badan Penghubung DPW 1 Sentani dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Gereja Kecapi Sion.

Lima program kegerejaan tersebut menunjukkan komitmen gembala dan jemaat untuk bersama-sama melayani gereja yang holistik dan efektif. Dengan kualitas kepemimpinan seorang gembala dan dukungan dari jemaatnya, saya yakin gereja akan bertumbuh dan jemaatnya akan berkembang untuk membawa kemajuan bagi sinode setempat.

Pendeta Aleks Fonataba mengatakan bahwa penerapan 5 program kegerejaan ini membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak. Kami mengajak jemaat untuk bekerja bersama kami sebagai gembala dalam mewujudkan tujuan bersama demi membangun gereja dan karakter generasi muda yang takut akan Tuhan, tuturnya.


Penulis. Antonius Carceres Charles

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel