Panitia Rekoleksi dan Kebangunan Rohani Katolik Dibubarkan
Jayapura, (Katuaitv.com)- Badan pelayanan keuskupan pembaruan karismatik katolik keuslkupan Jayapura telah (BPK-PKK) lakukan pembubaran pannitia rekoleksi dan Kebangunan Rohani katolik, pada (2/7//2024) di pantai hamadi kota Jayapura Papua.
Pembina sahabat misi BPK,PKK keuskupan Jayapura Gosal menyatakan bahwa Sahabat misi adalah Tempat kita dibina,dibentuk,dan disatukan Menjadi satu keluarga dalam Rohkudus.
Sahabat misi badan pelayanan keuskupan pembaruan karismatik katolik keuslkupan Jayapurasahabat tidak memandang ko dari Pante,ko dari gunung,ko dari lembah tetapi Rohkuduslah yang menyatuhkan kita sebagai Satu keluarga,” Katanya.
Lebih lanjutnya, Ia mengatakan, dalam sahabat misi kita di bina, dan disatukan menjadi 1 keluarga, untuk mewartakan kebenaran.untuk itu saling mendoakan, saling menolong supaya menjauh dari hal”yang negatif seperti miras,aibon,dan lain sebagainya.
“Setelah kita dibina, kita turun ke kampung yang ada di pelosok -pelosok terpancil Ke gunung -gunung,ke lembah-lembah untuk mengenalkan Tuhan sebagai raja, melalui kita. Tuhan sudah memakai kita menjadi Tangan kananya dia dan kepanjangannya agar banyak orang Papua yang tidak percaya menjadi percaya maka di Papua tercipta ada cinta kasih,” Ujarnya.
Menurutnya Orang asli papua di tanah papua adalah orang orang yang hebat maka perlu saling Dukung dan doa.
“Di bumi cenderawasih karena orang Papua adalah orang-orang yang hebat ,orang- orang yang pintar Jadi saling mendoakan, saling menolong supaya menjauh dari hal”yang negatif seperti miras,aibon,dan lain sebagainya,” Kata dia,” Katanya.
Lina Ria Ukago kordinator sahabat misi menyatakan bahwa puluhan anak papua tersebar di beberapa tempat di kota Jayapura, untuk mengembangkan pelayanan misi.
“Sahabat misi adalah Anak-anak Papua hebat yang bernilai 30 lebih anggota yang sudah ada di dalamnya yang tersebar di semua wilayah Jayapura, Abepura,kota raja,dan waena, wilayah Sentani ,koya,dan juga wilayah kerom ,kami mengembangkan pelayanan misi spritualitas pengembangan iman, bidan pendidikan Bahkan bidan kesehatan,’Katanya.
Penulis Yustina Butu
.jpg)