Berita foto: 3 Organisasi besar mahasiswa papua di bandung mengutuk mengutuk di puncak papua

Masa Melakukan Aksi di depan Gedung Merdeka Asia-Afrika Bandung Jawa Barat, Rabu (27/3/2024) foto Mapiha F Ihai untuk Katuaitv.


Jayapura, (KATUAITV)- 3 Organisasi besar Mahasiswa Papua di Bandung Yaitu Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bandung, Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Bandung Jawa Barat (IMASEPA BJB) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (Fri-WP) Kota Bandung Melakukan Aksi Turun jalan menyampaikan Pendapat dan mengutuk mengutukyang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di puncak papua.

Masa aksi di depan Gedung Merdeka Asia-Afrika Bandung Jawa Barat foto Mapiha F Iyai untuk Katuaitv 

3 Organisasasi ini lakukan aksi pada Rabu (27/3/2024]. di BIP (bandung Istana Plaza) dan longmarch ke depan Kodam III Siliwangi Bandung Jawa Barat. Setelah itu longmarch lagi ke Titik aksi selanjutnya di depan Gedung Merdeka Asia-Afrika Bandung. 

Kegiatan aksi tersebut sempat dihadang oleh Polisi untuk tidak ke depan Kodam III Siliwangi, namun berkat strategi yang kami susun, maka kami berhasil lolos ke depan Kodam III Siliwangi Bandung dan Melakukan aksi disana.

maksud daripada aksi kami ini adalah menyikapi kasus pelanggaran hak asasi manusia, yang dimana beberapa hari belakangan ini sempat viral video beberapa oknum TNI, dari Satuan Elite Yonif 300 Raider Brawijaya, Pasukan Khusus Kodam III Siliwangi, pada 3 Februari lalu melakukan penyiksaan secara brutal, sadis dan tidak manusiawi terhadap 3 warga sipil yaitu, warinus Murib 18 thn, defius Kogoya 19 thn dan alius Murib 19 thn di manggume, distrik amukia, kab. Puncak Papua, provinsi Papua tengah. Disampaikan oleh Jubir Aksi "Jess Wakur"

Masa Melakukan Longmarch dari depan Kodam III Siliwangi Bandung ke depan Gedung Merdeka Asia-Afrika Bandung Jawa Barat. Foto MAPIHA F Iyai untuk Katuaitv 


Beberapa hari sebelumnya, sempat terjadi kejadian perampasan senjata oleh TPNPB dari Aparat TNI di kagago, kab. puncak Papua. sehingga satuan aparat TNI yang sedang bertugas melakukan penyisiran di amergaru dan sekitarnya dalam operasi siaga 1 pada Tanggal 3 Februari 2024.


"Jess juga menambahkan bawa": Dalam operasi tersebut, TNI menemukan 3 orang yang sedang mencari Alang-alang untuk atap rumah, langsung ditangkap Warinus murip, defius kogoya dan Alius Murib langsung di bawa ke pos TNI di kagago, kab. Puncak papua. 

Masa Melakukan Aksi di depan Kodam III Siliwangi Bandung Jawa Barat. MAPIHA F Iyai untuk Katuaitv 

Aparat melakukan penuduhan terhadap 3 warga tersebut sebagai anggota KKB dan melakukan pemukulan dan penyiksaan secara brutal, sadis dan tidak manusiawi layaknya psikopat. "Jelasnya"


Salah satu diantaranya sudah kami pastikan korban adalah warinus murib, tangannya diikat, lalu di masukan ke dalam drem yang berisi air dengan keadaan tangan terikat dibelakang, lalu beberapa oknum melakukan penyiksaan secara bergantian, satu diantaranya memakai kaos 300 rider melakukan pemukulan di bagian kepala belakang dan pemukulan menggunakan siku dibagian atas kepala, satu lagi memakai celana loreng yg bertubi-tubi melayangkan tendangan ke wajah warinus Murib sambil berteriak "angkat muka anjing" .


Masa Melakukan Aksi di depan Gedung (Bandung Istana Plaza) BIP foto MAPIHA F Iyai untuk Katuaitv 


Yang sangat sadis lagi adalah satu lagi memamaki pisau mengiris punggung dan tikam-tikam punggung warinus murib dan yang lainya memakai jaket putih memukul memakai dahan kayu dan juga beberapa orang lainnya di video tersebut secara bergantian melakukan pemukulan sampai warinus murib meninggal dunia. "Tambah Jess"

Dua 2 korban lainya di serahkan ke polisi dan dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, namun esoknya pihak keluarga ambil 2 korban tersebut membawa pulang ke rumah masing-masing untuk dirawat di rumah.

Poster Tuntutan di depan Gedung Istana Plaza (BIP) Bandung foto Mapiha F Iyai 


"Korlap II dalam aksi tersebut, Kang Pilamo" menyampaikan bahwa: Kami meminta Komnas HAM segera investigasi dan mendorong kasus ini ke ranah hukum agar pelaku bisa diproses secara hukum dan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Kami meminta agar presiden sebagai panglima tertinggi menarik militer organik maupun non organik dari Papua dan kami meminta DPR RI agar mengevaluasi ulang pendropan Militer secara besar-besaran dan sangat masif ke Papua. "Kata pilamo menambahkan"


Dalam kesempatan yang sama, "Fransiskus Iyai selaku Korlap I menyampaikan bahwa": Perlu kami sampaikan juga bahwa kejadian seperti ini hanyalah satu dari banyaknya kasus penyiksaan dan penganiayaan oknum aparat TNI maupun oknum polri terhadap masyarakat sipil di tanah Papua, di Papua sedang dilanggengkan praktek-praktek seperti ini sudah sangat lama, terstruktur, sistematis dan masif.


Kita bisa melihat juga bagaimana pengiriman Militer besar besaran di seluruh tanah Papua. Baik yang organik maupun anorganik membuat situasi politik di tanah Papua semakin memburuk.


Video penyiksaan terhadap Rakyat Papua (sipil) di Puncak, pada tanggal 03 Februari 2024 Sangat memalukan dan mendatangkan pilu bagi rakyat Papua. Ingatan penderitaan orang Papua semakin banyak dan semakin panjang membuat rakyat Papua merasa memang tidak dianggap dan diabaikan dari berbagai sektor kehidupan. 

Poster Tuntutan di depan Gedung Istana Plaza (BIP) Bandung.


anehnya masyarakat non Papua atau yang berada di luar Papua jarang sekali tahu, bahkan sama sekali ada yg tdk tahu persoalan di Papua karena adanya pembatasan media dan pembatasan akses jounalis nasional maupun internasional ke Papua. Maka, aksi penyampaian informasi terkait kejadian di seluruh tanah Papua ini sangat perlu dilakukan oleh mahasiswa Papua di seluruh kota studi.


Dan saya juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menyuarakan perilaku tidak manusiawi seperti ini, karena kalo dibiarkan dampaknya tdk hanya di Papua, tapi bisa merembes sampai ke pulau Jawa bahkan keseluruh Indonesia.


1. Dalam kesempatan ini, kami juga mendesak agar pangdam XVII cenderawasih Mengakui dan mengadili Anggota dan Penjarahkan TNI yang melakukan Kekerasan Tersebut.

2. Negara Indonesia melalui Kombas HAM segera mengusut tuntas segala pelanggaran HAM dan melakukan investasi di tanah Papua

3. Negara segera hentikan dan Menarik Militer organik dan non organik dari Seluruh Tanah Papua

4. Buka ruang jurnalis dan buka ruang demokrasi di seluruh tanah Papua.


Admin katuaitv





Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel