Sayang, Mencintai Bukan di percayakan ke orang lain
Kita memang kedua insan yang mempunyai harapan yang sama, Yaitu berharap agar Jarak bukan lagi ukuran dan sewaktu waktu kita bisa berjumpa. Tapi sayang Setelah dekat Seakan kau orang asing dan di benakmu pemdang ku pun sama.
Bagiku Kau adalah empuan yang membawa kebahagiaan dalam hidup, kau Unik beda jauh dari empuan yang lain, wanita pemilik lengsum di pipimu cantik sopan dam baik, itu kah cinta sejati yang Kita peroleh? Ataukah Kau sedang berandai-andai Andai kau tahu
kau yang selalu aku Rindu. Iyah Rindu, ketawa berdua.
Untaian doa kita sama, Yaitu Bertemu, Tapi sayang Bagi mu itu hanya Sandiwara belaka, Aku tidak tahu Hatimu bermukim di mana,? tapi yang jelas Kau telah Menjauh seakan kita bukan kita
Seakan kau wanita baik, Ketika kau sampaikan rindumh.., disini aku hanya berharap kepada sang waktu untuk titik pertemuan, untuk mempertemukan saya dengan kamu. I love you, wanita pemilik lensum.
Kekasihku, untuk merindukan mu itu gratis, disini aku hanya merindukan mu sambil menunggu senja, tapi Sayang Rindu yang membukit itu tak mampu ku hancurkan.
Ternyata senja itu, tak sanggup menerangi sekitarnya, senja.... saya mau bilang, kalau senja tak mampu menerangi, izinkan untuk bulan terang agar bulan yang menerangi sekitarnya.
Begitu ka cinta yang sebenarnya.
Begitu ka untuk ciptaan cinta
Begitu ka kasih sayang
Begitu ka cinta sejati
Begitu ka mencintai seseorang.
Cantik, Maafkan aku, bila yang selalu merepotkan dalam hubungan ini.
Sayang, untuk mencintai seseorang bukan dipercayakan orang lain, tapi mencintai seseorang dilahirkan dari hati dan pikiran kita sendiri.
Satu hal yang kamu tahu, untuk sebuah ciptaan cinta, cinta bukan uang, dirasakan oleh banyak orang.
Holandia, February 2024
