PMKRI, Pemerintah Harus Tarik Pasukan dan selesaikan Konflik di Tanah Papua
Jayapura, KATUAITV - Melihat dinamika yang saat ini terjadi di tanah Papua, khusus di kabupaten Intan Jaya. Penhimpunan mahasiswa Katolik republik Indonesia PMKRI Santo Efrem cabang Jayapura minta Agar pemerintah Harus mampu selesaikan Konflik yang berkepanjangan ini.
"Pemerintah pusat harus selesaikan konflik berkepanjangan yang terjadi di tanah Papua, khusus di intan jaya
Pemerintah pusat perlu mengetahui bahwa masyarakat Papua memiliki memories passiones tentang. asa lalu nya yang begitu berat dan sampai detik ini masih ada masyarakat Papua yang telah mengalami depresi, stress bahkan banyak yang mengalami korban nyawa," hal tersebut diungkapkan Jasman Yaleget ketua presidium PMKRI cabang Jayapura kepada media ini pada Minggu (21/1/2024).
Mantan Presidium pengembangan organisasi itu mengatakan Pada tanggal 10 Januari 2024 di salah satu media online Telah memberitakan telah di lakukan perpanjangan masa operasi militer Damai Cartenz di wilayah Papua yang di difokuskan pada 9 kabupaten di provinsi Papua.
Baca di sini https://papua.tribunnews.com/2024/01/10/operasi-damai-cartenz-di-papua-diperpanjang-faizal-9-kabupaten-jadi-fokus-utama"
"Setelah beberapa hari lewat pada tanggal 19 Januari 2024 kemarin telah terjadi kontak senjata antara aparat keamanan vs TPN-PB dan menewaskan salah satu anggota pelaksana satgas Damai Cartenz di kampung bilogai distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua Tengah," katanya.
Baca disini https://pojokindo.com/2024/01/19/breaking-news-kontak-tembak-dengan-kkb-di-intan-jaya-satu-anggota-brimob-tewas-tertembak/
Lebih lanjutnya, ia mengatakan telah terjadi Kontak tembak Antara TNI dan TPNPB OPM Di intan Jaya.
"Pada hari ini 20 Januari 2024 terjadi kontak senjata antara aparat keamanan negara vs TPN-PB Dengan serangkaian rentetan peristiwa yang terjadi terlepas dari satu hari sebelumnya, yang mengakibatkan satu luka tembakan di salah satu masyarakat dan juga pembakaran serta pengungsian masyarakat sipil di Daerah Sugapa Kabupaten Intan Jaya," katanya.
Untuk itu, kata dia semestinya pemerintah memiliki satu mekanisme dan akumulasi baru guna lakukan penyelesaian persoalan Papua ini secara damai.
"Bila perlu adanya ruang dialog interaktif yang baik agar tidak terus terjadi korban jiwa Baik itu pihak militer, TPN-PB apalagi masyarakat," ujarnya.
Penhimpunan mahasiswa Katolik republik Indonesia PMKRI cabang Jayapura juga meminta agar Pemerintah Tarik pasukan yang ada di tanah Papua.
"Kami meminta kepada pemerintah pusat untuk segera menarik pasukan dan juga karena jika tidak maka pontensi pengungsian dan juga korban nya akan meningkat lagi di tahun 2024 ini," mintanya.
Penulis Yulianus Magai
