Pesta Demokrasi dan Pesta Natal
Oleh: Epen Minai
Pesta besar yang bersamaan melakukan dan merayakan diTahun 2024 yaitu Hari Raya Natal dan Pesta Domokrasi, merupakan dua momen yang bersamaan melakukan oleh orang yang sama dari berbagai perbedaan agama di Indonesia khususnya di Papua. Maka disinilah setiap orang yang merayakan memiliki prespektif melihat bernilai positif dan Negatif untuk membedakan dua pesta besar yang bersamaan melakukan. Oleh karena itu penulis punya sudut pandang melihat situasi politik dan Hari Raya Natal Tahun 2024.
Pesta Demokrasi 2024
Demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu “Demos” dan “Kratos”. Demos bermakna rakyat atau khalayak, sementara Kratos bermakana pemerintahan. Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang mengijinkan dan memberikan hak, kebebasan kepada warga negaranya untuk berpendapat serta turut serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan. Menurut Aristoteles, Prinsip demokrasi adalah kebebasan, karena hanya melalui kebebasanlah setiap warga negara bisa salling berbagai kekuasaan di dalam negranya.
Dari berbagai Beragam sudut pandang pesta demokrasi tahun 2024 oleh masyarakat, menyakapi dari sudut pandang melalui lisan dan tulisan adalah kepentingan masyarakat serta daerah pemilihannya sendiri. Menyikapi pesta demokrasi melalui masing-masing profesi seperti teman-teman seniman menggabarkan situasi politik sudut pandang mereka dan sudut pandang profesi guru berpikir masa depan pendidikan, sudut pandang kesehatan berpikir masa depan ksehatan, sudut pandang petani berpikir masa depan tani.
Mengartikan Demokrasi Pilitik merupakan agenda Negara yang warga negara Indonesia memilih yang terbaik masing-masing daerah pemilihan dan orang-oarang yang terpilih nasip lima tahun kedepan bagi daerah pemilihan juga satu kabupaten, Provinsi dan juga Negara.
Maka antisipasi bagi terpilih Masing-masing praksi serta masing-masing komisi yang terplih tidak bergensi untuk pertahankan nama baik partai, dan juga teman-teman komisi tetapi kita dipilih untuk melakukan yang terbaik untuk daerah itu maju dan nikmati sesuai dengan potensi yang kita miliki daerah itu, masing-masing bidang seperti pendidikan, kesehatan, pembangun, Hak Asasi Manusia, dan juga ekonomi agar kesejateraan masyarkat tidak hanya kata-kata tetapi dibuktikan dengan harapan masyarakat di tengah masyarkat.
Sistem Politik Demokrasi 2024
Sistem Politik Demokrasi 2024 seperti biasanya membertahankan artenatif masing-masing oragnisasi partai politik untuk mendapatkan suara, dan didalamnya terdapat persaingan antara para pemimpin sehingga melahirkan kebijakan-kebijakan di public agar dapat turut partisipasi dalam proses pengambilan keputusan secara individu masyarkat di daaerah pemilihan serta tempat coblos hak suaranya di (TPS).
Pencoblosan pemilihan calon legislatif pada bulan Februari dan kampanye serta pemasanngan baliho bersamaan dengan Hari Raya Natal dan kebutuhan keluarga diutungkan bagi politik uang ( money Politic ) dan merugikan kebutuhan keluarga Natal karena dipake uang untuk politik. Disinilah kita nilai politik sebagai kebutuhan sehari-sehari keluarga atau kita tanam harpan 5 tahun kedepan untuk memiliki kepentingan bersama kembali ke setiap pribadi orang untuk mengambil keputusan di tempat pengumutan suara ( TPS ).
Natal 2024
Natal merupakan Hari Raya kelahiran Yesus Kristus, setiap tahun umat Kristen merayakan sebagai Hari Kelahiran Yesus. Natal 2024 bersamaan dengan Pesta demokrasi tahun 2024 maka dua pesta yang bersamaan melakukan oleh masyarakat yang sama. Dalam situasi yang berbeda yang berdominan menbicarakan tentang politik dibanding pesta Natal bahkan melakukan pesta Natal tidak ada kebersamaan keluarga, komunitas, dan kelompok masyarakat. Disinilah kita menyadari bawah persiapan Natal tidak sama dengan persiapan Pesta Demokrasi, komitmen kita pada dua kegiatan besar ini lebih ke pesta demokrasi dibanding Hari Raya Natal. Bahkan tidak komitmen dengan persiapan Natal , maka jangan ada lagi mengsalahkan sepihak sementara kita adalah pelaku pesta Demokrasi di Indonesia Khususnya di Papua.
Penutup
Dua pesta yang bersamaan ini memiliki nilai baik untuk semua yang adalah pelaku pesta, maka melakukan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan dalam dua pesta tersebut. Karena yang terbaiklah yang akan membalas dengan kebaikan oleh Allah. Pesta demkrasi dan Natal membutuhkan keaktifan dalam dua pesta membawah keberuntungan dalam kehidupannya.
Penulis Adalah Epen Minai, Pemuda papua
