Hingga detik ini Pemda Dogiyai belum Cairkan TA, IPMADO se-Jawa Bali Tegaskan 2 Poin ini

 

Foto saat membacakan tuntutan oleh mahasiswa IPMADO SEJABA 

Semarang, (KATUAITV)---Hingga detik ini, dana tugas akhir (TA) dan Pemondokan belum di cairkan dari pemerintah daerah kabupaten Dogiyai. Menanggapi itu, Ikatan pelajar Mahasiswa Dogiyai (Ipmado) Se-Jawa dan Bali datangi ke Kantor Penghubung Papua di Jakarta Melakukan Aksi damai mendesak Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dogiyai, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Dogiyai agar segera mengirimkan Dana Tugas Akhir (TA) yang belum dicairkan sejak bulan September hingga bulan Desember.


"Sejak bulan September, kami selaku Badan Ipmado Se-Jawa dan Bali serta Pengurus Korwil Ipmado yang ada di se-Jawa dan Bali melakukan rapat guna untuk menindaklanjuti pencairan dana tugas akhir dan pemondokan yang dijanjikan akan dibagikan ke setiap nomor rekening pribadi sesuai dengan data yang dikumpulkan, hal ini di katakan pengurus Ipmado Selpius Goo kepada KATUAITV.com pada Kamis (14/12/2023).

Walaupun sudah di janjikan, hingga bulan November belum ada respon dari pihak pemerintah Dinas pendidikan, Yudas Tebai dan Penanggung Jawab pembagian Dana Tugas Akhir dan Pemondokan, Jhon Tebai, Harus selesaikan ini, Sebelum tutup buku tahun ini," katanya.

Lebih lanjut, Goo Mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat sebagai bentuk peguran Namun itu tak di dengar Orang tua (Pemda Dogiyai)

"Sehingga dengan itu, melalui surat pemberitahuan pertama kami Badan Pengurus Ipmado Se-awa Bali sudah melakukan bentuk teguran kami terhadap Pemerintah Daerah. Dengan beberapa point penting, termasuk akan mendatangani Kantor Penghubung Papua di Jakarta," ujarnya.

Sehingga dengan itu, seperti yang sudah diketahui bersama bahwa tahun 2023 - 2024 merupakan tahun Pemilu Serentak, sehingga banyak Dana yang akan dipangkas oleh Pemeritah termasuk Hak Mahasiswa dalam hal ini Tugas Akhir dan Pemondakan

Dengan melihat banyaknya dinamika yang terjadi, kami Pengurus Ipmado Se-Jawa dan Bali, dan semua Korwil Ipmado melakukan aksi ini dengan beberapa tuntutan dan mendesak kepada pemerintah daerah agar segera menjawab tuntutan yang kami keluarkan sebagai berikut

Pertama, Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam hal ini Bupati Kabupaten Dogiyai, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga serta semua struktur yang tergabung dalam TA dan Pemondokan agar dapat hadir saat ini juga dan Bertemu Mahasiswa Ipmado Se-Jawa dan bali di kantor Penghubung Papua di Jakarta.

Kedua, Jika point pertama tidak dijawab, maka kami akan melakukan Aksi Selanjutnya yaitu dengan melaporkan kasus ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementrian Pendidikan.

Penulis pelipus Mote


Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel