DPMK Dogiyai Gelar Evaluasi P3EK Di dogiyai
![]() |
| Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah Bersama Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Distrik dan Kader Kampung Kabupaten Dogiyai (ist) |
Jayapura, (KATUAITV)--- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah, telah melakukan rapat Evaluasi, Perencanaan Partisipasi Pembangunan Ekonomi Kampung (P3EK), dengan Melibatkan 20 Kampung yang menjadi Lokus program Tekad di kabupaten Dogiyai.
"Kami telah melakukan rapat Evaluasi dengan libatkan 20 Kampung. Kegiatan ini di ikuti oleh 20 Kampung terdiri dari distrik Mapia 5 Kampung, distrik Kamuu 6 Kampung, distrik Kamuu selatan 2 kampung, distrik Kamu Tengah, 3 kampung dan distrik Kamuu Utara Kamuu timur 4 kampung, hal ini di katakan Dominukus Boga, kepada Katuaitv.com pada pada Kamis (7/12/2023).
Kegiatan yang bernama Perencanaan Partisipasi Pembangunan Ekonomi Kampung (P3EK) ini, di laksanakan oleh Dpmk Dogiyai dengan melibatkan Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Distrik dan Kader Kampung Kabupaten Dogiyai.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Koteka moge Moanemani.
pihaknya telah melakukan evaluasi Program Perencanaan partisipasi Pembangunan Ekonomi Kampung (P3EK) secara umum Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu(Tekad )
"Dalam Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) di 20 Kampung Lokus yang di tetapkan," katanya.
Lebih lanjutnya, Boga Mengatakan, setelah pihaknya lakukan evaluasi, Ternyata butuh dukungan dari semua pihak untuk Membangun Negri dari Kampung.
"Setelah di Evaluasi bersama Dpmk Dogiyai bersama FasKab, Fasdis dan Kader Kampung banyak Kendala yang di hadapi di Lapangan dalam Pelaksanaan Program Kegiatan P3EK maupun secara Umum Program Tekad itu sendiri sehingga Untuk Memberbaiki Hal tersebut, butuh dukungan semua pihak, baik itu Pemerintah, Masyarakat dan swasta Untuk Membangun Negri dari Kampung," ujarnya.
Boga juga menyebutkan Terget yang di bidik.
"Menekankan kepada para kepala kampung yang masuk di lokus Tekad itu wajib mengakomodir untuk Pengembangan Ekonomi , karena Pemerintah Pusat mewajibkan 20% DD untuk Pengembangan Ekonomi Masyarakat Kampung," katanya.
Sementara di Dogiyai, belum maksimal 20% Dana yang di alokasikan Pengembangan Ekonomi, memang ada kampung yang di akomodir namun belum maksimal dalam pemanfaatan Kesempatan tersebut.
Moses iyai, kepala kampung Obaikagopa mengatakan akan mendukung program Tekad untuk memanfaatkan DD 20% belum maksimal terakomodir dengan baik Untuk peningkatan Ekonomi Bagi Masyarakat.
" Kepala Kampung mau laksanakan Program dengan baik tapi Krakter Masyarakat yang sifatnya Konsumtif, sehingga lamban pengembangan Ekonominya," katanya (*)
Penulis Yulianus Magai
