Menanggapi Pernyataan Bupati Merauke, Ini 3 Pernyataan Tegas Mama mama Papua



 Jayapura, (KATUAITV.COM)--Ikatan Pedagang Pasar Mama-mama Asli Papua  melangsungkan Konferensi Pers yang bertempat di Mopah Baru, kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. PadaPada hari  Sabtu (11/11/2023),  Dalam Konferensi pers  yang dihadiri langsung  oleh kurang lebih 130 Mama-mama Asli Papua ini, guna mengkritisi pernyataan Bupati Merauke Romanus Mbraka dalam beberapa Media Online. Seperti yang dikutip dari sumber resmi Kabupaten Merauke  

Bupati Romanus mengatakan bahwa mama-mama tidak berpikir panjang dan kebijakan Pembangunan Pasar oleh Pemerintah Kab. Merauke sudah tepat dan strategis  berdasarkan  kajian. Dengan melihat pernyataan dan sikap bupati tersebut, mama-mama Pedagang Asli Papua justru balik mengritisi  kajian  tersebut karena dianggap sangat kontroversial.  

Teddy Wakum dari LBH Papua Pos Merauke yang mendampinggi mama-mama saat Konferensi Pers mengatakan bahwa mama-mama Papua sering megeluh  dan bercerita bahwa aktifitas  jualan  dipasar yang ada ditengah kota saja seperti Pasar Wamanggu dan Mopah Baru belum tentu jualan mereka ( mama-mama ) laku terjual.

 “Mama-mama sering  mengeluh  bahwa mereka saat ini bersaing dengan pedagang yang bermodal besar dengan menggunakan Motor dan Mobil untuk berjualan langsung ke kompleks atau rumah-rumah warga, apalagi yang dijual adalah mirip dengan yang mama-mama jual, maka secara otomatis jualan mama-mama pasti tidak akan laku di Pasar. Nah dari sini kita sudah bisa ukur” pungkasnya. “Apalagi kalau mama-mama dipindahkan ke pasar yang ada di pinggiran kota dan tidak ada aktifitas angkot ke area itu, serta masalah keamanan, ini merupakan kebijakan yang tidak tepat”. Menurutnya, mama-mama berpikirnya sederhana, mereka hanya ingin  jualan mereka habis  terjual.

Kritikan lain datang dari  Mama Uli, beliau merupakan salah satu dari beberapa mama-mama  yang telah habiskan waktu puluhan Tahun berjualan dan masih aktif berjualan  di pasar Wamanggu hingga saat ini,  beliau sangat mengerti dan merasakan kondisi mama-mama selama puluhan tahun. beliau mengemukakan bahwa kajian pemerintah daerah  tersebut sangat keliru, melenceng dan malah tidak menjawab kebutuhan utama  mama-mama pedagang Asli Papua.

”Pembangunan Pasar mama-mama Asli Papua di Blorep merupakan kebijakan yang salah dan  tidak tepat sasaran. sejak tahun 2000an kami berjualan dan meminta pasar khusus, tapi tidak pernah  ditanggapi atau dijawab  dengan  benar. “ Seharusnya kita ini biacara kepada siapa ? ke Bupatikah atau ke Presiden ?”  Menurutnya, pasar yang sekarang di tengah kota, belum tentu dekat dengan  mama-mama dari wilayah  Mbuti,  Payum, Gudang Arang, Mopah Lama, pungkasnya. Mama Uli menyarankan  kepada Bupati  untuk Pasar mama-mama Papua harus dibelakang SMP Negeri II  atau yang sekarang menjadi terminal HILUX. Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa Pemrintah Kabupaten Merauke sebelumnya telah  membangun Pasar  dengan lokasi dibelakang SMP Negeri 2 yang merupakan bantuan dari Kementerian Perdagangan .

Margaretah Kaize seorang aktivis perempuan Papua yang merupakan perwakilan mama-mama Imbuti, mengatakan bahwa, Pemerintah Kab. Merauke harus mangambil langkah bijak dengan memberikan Pasar yang berlokasi dibelakang SMP Negeri 2 kepada mama-mama Papua, bukan di Blorep, supaya mama-mama dari Pantai Ombuti, pantai Payum dan Yobar kampung aksesnya terjangkau. karena fakta hari ini adalah tidak ada akses transportasi ke tiga wilayah tersebut, apalagi pasar mau dibangun di Blorep yang jauh dan dipinggiran kota” yang pasti adalah mama-mama akan rugi” pungkasnya

Pandangan lain datang dari Milka Balagaize, seorang aktivis perempuan yang  dengan tegas menolak pembangunan pasar mama-mama asli papua yang berlokasi blorep, karena menurutnya tidak tepat sasaran, Milka berpendapat bahwa  yang tepat adalah  pasar  Mopah Baru atau di terminal Hilux. Milka kemudian membandingkan Perbedaan  kebijakan Pemerintah Kabupaten Merauke dengan Kab Mappi dan Asmat. “Bapak bupati kabupaten Merauke, kalau kab.Mappi dan kab.Asmat bisa bangun pasar  khusus untuk mama-mama asli Papua didaerahnya masing-masing, kenapa kami di kabupaten tua/induk Merauke ini, bapak bupati tidak bisa menjawab permintaan  pasar khusus mama-mama asli papua yang sesuai dengan keingan hati mama-mama asli Papua dan ditempat yang strategis ?”.  Milka menambahkan 

“Adakah rasa keprihatinan dari bapak bupati Merauke kepada kami, adakah rasa bertanggungjawab di pundak bapak sebagai pemimpin di daerah ini. Adakah rasa kepedulian itu untuk mama-mama asli papua ? pungkasnya.

Berikut  menyatakan Tegas mama mama papua di merauke  menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Merauke untuk :

1. Menolak dengan tegas penempatan lokasi Pasar Mama-mama Asli Papua yang berlokasi di Blorep

2. Bahwa lokasi  pembangunan Pasar Mama-Mama Asli Papua harus dipusatkan di belakang SMP Negeri 2 Merauke yang mana hari ini dijadikan Terminal Hilux

3. Menyatakan bahwa kajian pemerintah daerah tentang penempatan Lokasi Pasar mama-mama di Blorep sanggat janggal dan tidak menjawab persoalan mama-mama  Papua hari ini. (*)

Redaksi.

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel