Buku "Ada Kekasih Bintang yang “hilang” Terpisah Hadir bumi Cenderawasih
![]() |
| Cover Buku Ada Kekasih Bintang yang “hilang” Terpisah, karya Yohanes W Petege |
Jayapura, (KATUAITV)- Yohanes W Petege Kembali Menerbitkan buku keempatnya, dengan Judul "Ada kekasih Bintang Yang 'Hilang' Terpisah". Buku ini hadir di bumi Cenderawasih, Jayapura Papua pada (7/11/2023) kepada Katuaitv Yohanes Lansung menceritakan Tentang Isi bukunya.
Yohanes Bercerita, buku ini adalah Novel, Buku ini bercerita tentang kisah cinta yang yang kini menjadi Luka yang bernana dalam Kehidupan, Lantaran kekasih yang Hilang.
"Proses cinta yang telah seorang lelaki menerima dengan lapan dada serta tulus mencintainya tanpa melihat kekurangan dan kelebihan seorang wanita, yang pergi meninggalkan silelaki itu karena ada kehadiran baru untuk menerima ia sebagai alas kaki dada," Jelasnya.
Buku Keempat yang dapat Yohanes W.Petege menuliskan dengan Judul (Ada, Sepasang Kekasih Bintang Yang “Hilang” Terpisah) sebenarnya penulis buku Petege tidak ingin menuliskan siapa itu keksih yang pergi meninggalkan ia. namun, kegelisaan bating akan tempat dermaga seorang wanita sebagai kekasih, itu ketika, keluar secara tanpa pamit.
"Ia ini Kegelisahan bating yang saya tuliskan dalam bentuk buku," katanya.
Petege ingin betahkan ruang sukmanya sehigga, petege berkomitmen untuk menulis guna tercipta dimensi ketenangan bati pada jiwaku.
"Sebenarnya ini tidak harus tulis, tapi, aku ingin sampaikan kegelisahan bating akan tempat dermaga seorang wanita sebagai kekasih, Namun ia Hilang Tanpa Kabar. Maka buku ini hadir menjadi kehilangannya," ungkapnya.
Buku dengan judul "Ada sepasang kekasih yang hilang terpisah" ini bukan berarti mengemis cinta akan tetapi, petege terinspirasi dengan adanya cinta akan kepergian seorang, kekasih tidak hanya tertinggal kenangan baik, melainkan gangguan nalar pun akan disoroti untuk melatih menuju pada kedewasaan cinta sejatih dalam hal ini.
"Jatuh cinta Menang jenaka,"
Cinta akan tetap subur namun tidak dengan kekasihnya adalah bagian dari motivasi secara individu maupun nilai moral cinta akan keindahan batingnya. Jadi, pada hakekatnya cinta itu bagaikan permata pisau yang harus diterima ketika sewaktu-waktu buah sukma tidak lagi ada disisi mu.
Kemudian, buku keempat dari Yohanes W. Petege hadir juga tidak hanya memberikan inspirasi bagi dirinya sendiri tetapi, juga kepada semua manusia yang pernah dan sedang menjalani cinta kenyataan dalam dunia ini. Bersama sang bintang kekasihnya nah, jadi semua orang yangdalam pangkuan cinta petege juga berharap supaya jangan menerima cinta hanya sebatas impian sandiwara melainkan lahirkan cinta dengan sukma yang meneteskan air mata Air mata keluar dengan arti bahwa takut akan kepergian kekasihnya dalam satu matarantai (hubungan).
Berikut adalah Ringkasanbu penulis tentang buku ini.
Ada Sepasang Kekasih Yang “Hilang” Terpisah. Merupakan satu studi cinta yang dahulu romantis lalu, si kekasih berbalik ara hdenga njejak baru yang mampuh antui setiap pagi, siang sore serta malam mewah ternyata ia selalu (melulu) nyaman dan kenyamanan itu semudah saja ia lumpuhkan harapan silelaki yang menangung beban cintah-Nya.
Rumitnya ia melupakan si kekasinya karena apa dan mengapa tidak, melainkan hanya satu alasan bahwa “ia tidak mau melilhat kekasih yang pergi bahagia dan menangis
Tidak disisiku” untuk itulah, kiasan novel dalam dunia ini guna sedikit ia memenuhi betapa besar ketulusankepadabintang yang pergihilang bersama-Nya.
Mampu kah, akan aku penjarah akan dia dalam dada? Ijinkan aku mendengar sedikit kabar tentangmu sekalipun senyumannya tidak lagi pandangi sebagaimana ia melihatmu? Adakah cinta setiah sering bertepuk disebelah tangan’ ia terimakasih kau mengakui dia yang setiah tapi, kesetian itu sering terpecah belah menunggu kedatangan dan hampir saja terlumpu disenja itu aka nmengingat dimana kamu cari hati kecil yang kamu berani robekan ini.
“Pasanganjangandatangkancintamudarimatatetapi,datangkalahdarisukma”
Aku berani menulis tentang “Ada Sepasang Kekasih yang “Hilang” Terpisah” karena akumerasakan bila, aku cinta kamu tak ada kalimat dosa kepada siapapun walaupun kepada pelingdungnya.
Durasi cinta penuh akan air tak sebersih air suci ini terus melele ketika bayang rau tarus cantik kaksihmu terlampau oleh ruang dan waktu dan kemudian, pergi bersamanya. Apa ini yang namanya Cinta? Jika bukan “Mengapa? Jika ia” Kenapa? Apa masalah kamu boleh pergi danmelupakan kisa tangis dipantai wami itu semoga kelak hari tak ku melihat sosok wanitapenghinat depan lensa mataku lagi dan, moga-moga tak tertatap wajahmu entah itu dalam waktu sengaja maupun tak sengaja.
Kepergianmu tak akan kau matikan walupun cinta mati pengalaman kisa cinta akan selalumenyalahdalamkehidupan kita.
Bilang kepada kekasih barumu bahwa “ Jo tak mau melihat Yuli tangis apa lagi sedih”Penulis YohanesW. Petege (Busurkecil).
Admin Katuaitv
