Ayah, Ku tak seduh melepaskanmu Pergi




Pada umumnya manusia memiliki cerita yang menarik sedih dan sakit, hidup adalah sakit dan bahagia maka itu ku harus rasakan dan menikmati itu.

Sore itu, langit  terlihat tidak seperti kemarin, mendung.
 Tanda tanda  hujan akan turun lebat. Di saat yang demikian ku dengar suara ayahku, ayah ku pulang habis  kerja di sekolah dasar di dusun sana. 

Selamat sore  ayah Salam ku pada Ayahku.

Ia Selamat sore juga Ayah, ujar ayahku
Hal ini membuat ku bahagia dan  merasa sangat senang sekali di waktu itu, ku lihat  ayah membawa tas ayah tanpa alas kaki lalu ia masuk ke dalam rumah tunggku api milik kami di dusun, ayah pulang habis  mengajar.

Ayah ku adalah guru honorer yang baru terima di SD DI dusun se ayah akan ajar di kelas III. 
Beberapa hari berlalu, ayah terus mengajar danengajar di sekolah itu demi untuk anak anak masa depan. 

Beberapa hari ini  saya melihat wajah Ayahku terlihat semakin tambah pucat,  saat hari sore kami duduk berdekatan dengan ayahku ku mulai zanya,  ayah Apakah  ayah  sakit, tapi sayang ayah ku tersenyum  giginya kelihatan sekali ia  berkata Ayah tidak sakit apa apa semakin.

 Beberapa hari berlalu aku lagi duduk di depan teras rumah kami di dusun  ku melihat kehidupan ayah tidak seperti 2 Minggu yang lalu  semakin berat  hal itu membuat ku kwatir dengan kondisi Ayah. 

semakin hari kondisi Ayah parah.Namun Ayahku menyembunyikan  semua penyakit itu  dari kami. 

 waktu itu juga Ibuku sedang mengandung 8 bulan ,.Ayah menyembunyikan sakit nya itu dari kami ,Ayah tidak pernah  memperlihatkan sakitnya itu kepada kami ,Hari demi hari berganti walaupun Ayah sakit Ayah selalu 
melaksanakan tugasnya sebagai Mengajar dan mendidik anak muridnya 
di sekolah. 

Setelah 1 bulan kemudian Ibuku melahirkan seorang anak perempuan,  setalah adik ku itu hadir sekarang kami jumlah kami beradik Kaka menjadi  bertambah 6 orang,  hal ini aku sangat bahagia ketika Tuhan memberikan seorang adik perempuan didalam keluarga kami,  

Kepada Anak bungsu perempuanku saya sendiri akan beri nama Elisabeth," ujar ayah ku.


 Sakit ayah ku tambah parah makin parah setelah beberapa Minggu kemudian Ayahku meninggal kami, keluarga dapat panggil, dari  Nabire, ku kwartir dengan keadaa ayahku hatiku sangat sedih setelah mendengar hal itu.
Ayahku akan pergi beberapa Minggu ke depan, ku sangat kwathir  apalagi dengan keadaan Ayahku yg begitu lemah karena sakit ,mau tidak mau besok paginya Ayah berangkat , saya dengan Ade kaki-lakiku antar Ayah ku sampai di  itu menjadi beban pikiran ku.

Kami  mulai antar ayah ku sampai di  jalan masuk dusun AMAi, Dari kami ketemu  beberapa mama mama, mereka   kasih kami makanan ubi dan kacang habis itu aku  dengan Ade kaki-lakiku balik pulang ke Timeepa. 

Hati hati  di jalan jangan main main banyak di jalan langsung cepat pulang ke rumah jawab Ayahku.

Ia ayah kami akan pulang kerumah secepatnya  jawabku sambil balik muka ke arah magode.

(Kata terakhir dari Ayah hati hati  di jalan Ayah juga akan balik  bulan depan ",) hatiku sangat gembira karena Ayah akan pulang bulan depan.
,Ayah akan membawakan oleh Namun Entah kenapa di hari itu.

tidak seperti biasanya muncul banyak perasaan yang mengganjal,Namun tidak tahu apa itu. Entahlah....

," Iya baik Ayah jawab saya dengan Adeku," 
hari juga mulai sore matahari mulai terbenam, saya dengan Adeku 
berlari pulang.

Waktu itu saya kelas 6 SD dan bulan depannya lagi mo ujian.

Beberapa Minggu kemudian saya mendengar kabar bahwa Ayahku sedang
di rawat di rumah sakit Umum Nabire.

Hatiku sedih sejak mendengarnya kabar itu, setelah beberapa hari kemudian ku dengar kabar bahwa keadaan Ayahku sangat memburuk, ku  hanya bisa meminta Doa kepada Tuhan.

Sekarang sudah 1 bulan janji ayah  sudah lewat, ku sadar bahwa benar ayah sedang sakit di Nabire.

 besok pagi buta  saya pergi ke sekolah besok harinya adalah hari dimana kami mau  ujian. Namun entah mengapa di ujian kali ini ku tak tenang mengikuti nya. kehilangan konsentrasi . perasaan mengganjal itu hadir lagi. 

Aku 
mencoba menepinya.Namun perasaan tidak enak itu tetap menganggu konsentrasi ku , Dan aneh tiba -tiba langit mulai mendung , angin 
bertiup sangat kencang, aneh, tadi cuacanya sangat panas, sekarang mendung batinku didalam hati Dingin angin mulai menusuk tulangku.

 semakin tak karuan Sayang waktu itu tidak ada jaringan juga untuk berkomunikasi semoga semuanya akan baik -baik saja doaku saat itu.
Di saat yang demikian tiba-tiba wali kelasku datang dan wajahnya seketika berubah , ku melihat air matanya menetes Saya hanya diam memandangnya, ribuan Argumen berada di kepalaku, tentang apa yang membuat guruku 
meneteskan air mata. 

Tiba -tiba wali kelasku menatapku tajam aku tersadarkan dari argumen-argumenku.Guruku datang menghampiri 
dengan wajah yang begitu penuh dengan air mata, saya jadi diam, 
entah mengapa saya bisa membaca fikirannya.
 seperti telah mengetahui apa yg dia akan katakan . Saya manangis namun hening tanpa isakan , saya menunggu sebuah kata yg jelas dari mulutnya.

"Mia," kamu yang sabar ya Nak yang kuat, yang tabah ," ini cobaan 
dari Allah," katanya ," saya bisa mengerti kan makna tersirat yang 
dia katakan. 

Tangisku mulai tesirak. Tapi saya berharap makna yang 
saya tanggap berbedah dengan apa yang sebenarnya ada , dan saya 
beranikan bertanya apa maksud dari ucapannya itu.guruku menjawab 
dengan sangat hati-hati dan teramat lirih .
,"Ayahmu meninggal,"

Seketika itu saya langsung pulang ke rumah dengan penuh air mata.

Semoga Ayah berbahagia di Alam sana bersama para Kudus di surga 
Ohhh malaikat , saya titipkan rindu ku untuk Ayahku.

Jika setiap pertemuan ada perpisahan, maka ku harus terima itu. 

Ayah Ku tak seduh engkau pergi begitu saja ayah sayang eeee.....Semoga bahagia.


Penulis adalah siswa SMA gabungan Jayapura, Tulisan ini merupakan Tulisan lama yang kam post.

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel