USAID Koraborasi Gelar Diskusi Bersama Para Jurnalis Papua, “Kitorang Kawal Otsus




Jayapura, (KATUAITV) –United States Agency for International Development (USAID) melalui program USAID Kolaborasi menggelar diskusi bersama para Jurnalis Papua Yang berasal dari Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya, Kegiatan ini di gelar di Hotel Zuni kota Jayapura Papua pada Sabtu (9/9/2023).

 

Diskusi dilakukan via-offline bagi peserta Fi kota Jayapura dan juga online  zoom, bagi Para jurnalist yang berada di luar Jayapura.

Diskusi USAID Kolaborasi kali ini,  di warnai dengan  tema; “Media sebagai Pengawas Pembangunan Daerah dan Optimalisasi Otonomi Khusus di Tanah Papua”, dengan Narasumber  yang telah berpengalaman dan ahli urusan penelitian dan mengelola data statistik perkembangan di bidang pendidikan, kesehatan, dan gedsi di Tanah Papua. Yaitu: Agus Sumule, James Modouw, T. G. Butarbutar, dan Adolf Z. D. Siahay.


Ketua Program USAID Kolaborasi, Caroline Tupamahu mengatakan, Kegiatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui peningkatan kapasitas dari pemerintah daerah dan partisipasi dari masyarakat.



“Peningkatan partisipasi masyarakat itu peran teman-teman jurnalis yang paling penting karena, teman-teman yang punya kekuatan dan pengaruh dalam menyuarakan fakta apa yang terjadi di masyarakat,” kata Caroline.


Tambah Caroline, dirinya mengajak para jurnalis bersama-sama mengawal pembangunan terutama dana Otsus.


“Bagaimana kita dapat bersama-sama mengawal Pembangunan Daerah terutama khususnya yang terkait dengan otsus,” pungkasnya.


Dirinya menyampaikan, bahwa pihaknya secara serius mendukung program monitoring sehingga dapat menghasilkan karya jurnalistik yang optimal.


“Jadi, katakan bahwa program ‘Kitorang Kawal Otsus’ ini adalah inisiatif baik dari jurnalis Papua, untuk jurnalis media Papua dan untuk seluruh masyarakat di Tanah Papua,” terangnya.


Tutup Caroline, pihaknya berharap, jurnalis secara optimal bersama-sama mendorong perubahan, baik pembangunan transparan maupun kualitas pelayanan Pemerinta Daerah (Pemda).


“Kita dapat bersama-sama mendorong perubahan yang baik adanya pembangunan yang transparan tetap tepat sasaran peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan akhirnya menuju pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.


Akademisi Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat, Dr Agus Sumule mengungkap sejumlah tantangan berat dalam peningkatan mutu guru di tanah Papua, provisi Papua hingga Daerah otonom Baru (DOB) di tanah Papua.


Tantangan pendidikan itu berada pada tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA

Menurut Sumule, jumlah tenaga guru di Papua, Papua Barat Hingga Daerah otonomi baru (DOB) masih sedikit.

"Iita (Papua dan Papua Barat ) memang menghadapi tantangan yang tidak kecil karena guru kita itu masih sedikit," Dan murid yang tidak bersekolah lebih banyak dari pada Guru, tapi memang kita masih butuh Guru ujar Dr Agus Sumule, ketika Menjadi pembicar dalam kegiatan yang di gelar oleh wahana visi Indonesia di salah satu hotel di kota Jayapura pada Sabtu (09/09/2023).


Berdasarkan hasil penelitian, Papua dan Papua Barat sangat kurang, Kita harus menambah 2000 lebih guru.

"Kekurangan guru di Papua dan Papua Barat hampir mendekati enam ribu, dan tentunya lebih banyak tersebar di kampung-kampung," untuk itu, selain harus menambah sekolah, kita juga harus Menambah 2000 lebih Guru, karena Siswa yang sudah umur tetapi masih berpendidikan sekitar 6000 lebih," ungkapnya.


40.000-an Anak Tak Sekolah dan Kekurangan Guru di Papua Barat, Ini Saran Akademisi Unipa ke Pemda

Sementara, untuk wilayah kota dan trans justru mengalami kelebihan tenaga guru.

"Banyak tempat di kampung-kampung itu yang kekurangan guru," ucap Sumule.


Admin 

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel