Kondisi Ekonomi Masyarakat di Kampung sereh, Dan mata pencahariannya.

Oleh Lambertus Magai 

Mama Papua Sedang berjualan hasil kebun di sepanjang emperan jalan raya 📷 Lamek Katuaitv 

Jayapura (Katuaitv) – Mata pencaharian masyarakat di Indonesia sangat beragam. Ada beberapa faktor yang membuat mata pencaharian menjadi beragam. Mulai dari keahlian, faktor geografis, pendapatan dan lain sebagainya.

Namun, sebagian besar masyarakat akan bekerja sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya.  mata pencaharian penduduk sesuai dengan lingkungannya. Tak terlepas dari itu, Masyarakat Kampung Sereh, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura,  provinsi Papua ini, memiliki berbagai macam suku bangsa etnis.  bahasa serta budayanya masing-masing.  Dalam kehidupan masyarakat tentu memiliki mata pencarian untuk mempertahankan hidup. berkebun, menangkap ikan, Pegawai Negeri Sipil, TNI/Polri, usaha kecil, menengah.

Ternak sapi milik warga kampung serah distrik Sentani kabupaten Jayapura, sedang mencari makan di pekarangan Rumah 📷 Lamek Katuaitv

 Salah satunya masayarakat Kampung Sereh Sentani yang  sedang memelihara ternak babi, ayam serta sapi,  Sapi yang sedang dipelihara masyarakat, bagi kaum lelaki terlebih dahulu membuat pagar mengambil kayu buah pilihan dari hutan memotong sesuai ukuran serta menanam lokasi yang disediakan terlebih dahulu untuk memelihara ternak sapi, pagar diikat dengan rotan dimasukan kedalam pagar. Sapi yang sedang dipelihara memiliki ukuran besar dan kecil serta jantan dan betina. Setiap hari masyarakat memotong rumput pilihan mereka beberapa kilo meter dari rumah mereka agar hewan peliharan mereka mendapat makanan. Ternak sapi milik warga Kampung Sereh gambar 1 sapi sedang mencari makan lahar milik warga, gambar 2 sapi dalam kandang dikelilingi oleh pagar. 

Ternak sapi milik warga kampung serah distrik Sentani kabupaten Jayapura, di dalam kandang 📷 Lamek Katuaitv 

Ternak sapi  akan  dijual ketiga ada acara syukuran  dari  pejabat daerah maupun peresmian sebuah gedung baru sebagai ucapan syukuran ataupun sebagai perayaan natal bagi umat Kristen protestan maupun katolik. Setelah sapinya dijual untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari serta membiayai bagi anak-anak mereka yang sedang menimbah ilmu di sekolah maupun perguruan tinggi. 

Masyarakat kampung serah yang berada di distrik Sentani tak hanya memerihara sapi, masyarakat juga berkebun demi memenuhi kebutuhan berkelanjutan hidup.

Masyarakat Kampung Sereh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura yang bermukim di bawah kaki gunung cyplop memiliki rata-rata memilih untuk berkebun dan bertahan hidup.

 

Kebun milik masyarakat 📷 Lamek Katuaitv 

Pembagian kerja bagi kaum laki-laki awalnya melihat lokasi yang mau membuka keb6un, membersihan lahan, serta menebang pohon adapun mereka memilik kayu serta mebuat pagar agar terlindung dari hewan liar. Bagi kaum perempuan memnanan segalah jenis tanaman seperti, ubi, singkong, keladi, bawan, wortel, kacang, papaya, jangun serta jenis tanaman lainnya. Ketiga di bulan musim panen kaum perempuan akan mengambil hasil kebun, dikomsumsi oleh keluarga serta sebagian hasilnya dibagikan kepada kerabat keluarga terdekat dan sebagian dijual di pasar dengan harga yang terjangkau. 

Kebun milik masyarakat 📷 Lamek Katuaitv 

Di perkarangan rumah warga Kampung Sereh Sentani masyarakat juga memanfaatkan samping kiri kanan rumah mereka menanam singkong, ubi, pisang serta membuat pondok di depan rumah menjual hasil kebun mereka, serta bentuk jualan lainnya untuk menujjang proses perekonomian mereka.


Setelah panen Hasil kebun yang di kelola masyarakat, Masyarakat akan pasarkan di emperan jalan  raya, depan toko hingga di pasar.

Masyarakat Kampung Sereh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, masyarakat memanfaatkan sepanjang jalan sebagai usaha mereka. Dari jalan utama sampai di cakar alam gunung diatas mereka membuat pondok pinang berukuran kecil, ada sekitar 30 pondok pinang. Masyarakat menjual pinang kapur, sirih dengan harga yang terjangkau antara 2000-20.000,000 ribuh Rupiah. Mereka juga menjual kue di pagi hari serta bentuk jualan lainnya seperti Sirup, pisang, rokok bensin eceran 15.000, 000. Masyarakat Sereh yang menjual pinang mengambil dari hasil kebunnya sediri yang ditanam di tepi rumah maupun kebun pinang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Mama Papua Sedang berjualan hasil kebun di sepanjang emperan jalan raya 📷 Lamek Katuaitv 

Selain itu masyarakat pendatang yang bermukim di wilaiyah Kampung Sereh memiliki rata-rata usaha kecil, menengah kios menjual berbagai bahan makanan lainya seperti, Beras, Minyak Goreng, Garam, Gula+kopi serta jenis barang lainnya. Ada jumlah 6 kios orang non asli Papua. 

Lahan Sagu menjadi Wisata Alam di Kampung Sereh

Masyarakat Kampung Sereh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura memiliki hutan sagu seluas satu hektar. Hutan tersebut berada dipinggiran Kampung Sereh, masyarakat sekitar mengubah hutan sagu tersebut tanpa mengurangi atau menebang pohon sagu menjadikan tempat itu sebagai wisata alam. Salah satu pemuda Kampung Sereh, Jimmy Ondikleuw mengatakan hutan sagu selama ini dimanfaatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat yang ada di kampung tersebut.

Lahan Sagu menjadi Wisata Alam di Kampung Sereh.

Setelah melakukan beberapa pertimban gan seluruh gagasan ide dari pemuda kampung bersama pemerintah kampung tua-tua adat maka hutan sagu ini menjadikan sebagai tempat wisata. Areal dalam huta sagu ini sudah ada rempat duduk, sudah ada panggung besar, sudah ada meja yang disiapkan bagi para pengunjung.9 Dikatakan, sebagai tempat wisata yang baru, ada banyak hal yang nantinya akan disiapkan bersama oleh masyarakat di Kampung seperti kuliner, kerajinan tangan, hingga pementasan seni dan budaya.

Dalam waktu dekat akan ada pagelaran seni dan budaya yang dilaksanakan di dalam hutan sagu ini. Dalam pementasan nanti juga banyak artis lokal yang turut mengisi acara sebagai wujud dukungan terhadap perkembangan pariwisata di Kabupaten Jayapura. Hadirnya tempat wisata baru ini, selanjutnya, agar semua potensi yang dimiliki di dalam Kampung Sereh dapat berfungsi dengan baik. Ada tempat bagi para pengrajin, ada tempat bagi tukang kriya, ada tempat bagi pemahat, ada tempat bagi seniman.

Sebagai anak muda, saya berpikir inilah saatnya kita semua berlomba dan melakukan hal yang terbaik dari diri kita sandiri agar berdampak positif itu juga terbuka tertular kepada orang lain dan secara khusus mereka yang lebih dekat di dalam kampung ini.


Kepala Kampung Sereh, Steven Eluay menyambut baik serta memberikan dukungan penuh terhadap upaya masyarakatnya yang telah menghadirkan tempat wisata baru di dalam dusun sagu. Sebagai tempat wisata yang baru. kata Eluay, isu tentang penyelamatan hutan dan lingkungan wajib menjadi pilihan kita agar hutan dan lingkungan yang kita punya juga tetap terawat dan lestari selalu. “Ide yang sangat kreatif dan semuanya harus memiliki berita dukungan penuh. Sagunya jangan ditebang, wajib menanam sagu agar hutan ini tetap terjaga, terawat dan dilindungi oleh seluruh masyarakat yang ada di kampung Sereh.


Penulis adalah Lambertus Magai, mahasiswa universitas cenderawasih, Jurnalis Papua

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel