Senja dan Namamu
Senjah engkau adalah temanku, walaupun aku tahu Kau akan hilang Tanpa Sejak.
Senjah engkau tidak pernah bosan mendengarkan setiap curhatan keluh dan kesa, saat kau Nampakan dirimu.
Ketika aku Mulai Resah, akan Semua keluh mu, engkau datang dan membawa pergi semua kesedihanku.
Wahai teman Senjahku Wahai engkau mengajar aku kesabaran, Kau pula juga Mengajarkan aku Arti ketidak abadian hidup.
Wahai Senjahku aku kusaksikan dari terlalu jauh, saat kau Nampakan dirimu setelah mahahari minta pamit, aku jadi saksi bisu atas semua itu.
Wahai Senjahku aku duduk diam diri untuk menunggu mu Di Telang perlahan oleh waktu.
Tapi akan aku tunggu Engkau kembali hari esok lagi , Hai senjah engkau adalah temanku
Hai Senjah engkau adalah pengertianku
Hai senjahku terimakasih banyak, Sudah mendengar kesedihan hingga Merelahkan akan kepergian .
Karya Yustina Butu Manokwari 19/02/2023
