Orang Papua dalam Pandangan Saya



Papua adalah pulau yang kaya. Kaya akan sumber daya alam, kaya akan budaya, kaya akan budaya dan kaya manusia dan kaya akan alam. Dengan kekayaan yang begitu berlimpah serta banyak keragaman budaya dan adat di Papua.


Banyak orang menyebutkan Papua sebagai negeri burung cendrawasih, hingga surga kecil yang jatuh ke bumi, di ujung timur Indonesia itu benar adanya, namun itu dulu sekali, banyak perbedaan yang terjadi antara tahun 1999 hingga 200an.


Budaya luar dan kebiasaan dari luar Papua masuk, Papua mulai kepunahan, miras adalah membunuh kehidupan manusia tetap kita (anak Papua) masih sayang dengan miras apa untuk nya? Tidak ada, hanya kesenangan sementara yang ada hanya mati sia sia dengan anak cucu kita, miras tidak ada harapan untuk hidup, mari anak Papua kenal menulis dan mengasah otak di tulisan.


Miras dan banyak keramaian lain nya menjadi kebiasaan warga di Papua, lupa akan budaya anak dan keluarga, akibat dari itu banyak keluarga yang hancur karena banyak dampak sosial lain nya.


Saya kenal dan tahu bahwa tanah airku, tanah Papua adalah tanah yang indah dan mempesona. Keindahannya bagaikan burung cendrawasih, sehingga aku selalu bangga dan kagum dengan alam ku papua. Namun itu hanya kekunguman sebatas itu, Papua mulai rusak dengan banyak dampak sosial, anak mudah harus sadar dengan berbagai dampak sosial di Papua.


Papua adalah sebuah pulau yang memiliki gunung, bukit, sungai, air laut dan berbagai ragam makanan dan bahasa di dalam nya, keunikan nya adalah kehidupan manusia Papua antara satu suku sama lain nya tinggikan nilai kemanusiaan yaitu cinta kasih dan damai di antara mereka.


Sehingga banyak orang menjulukinya sebagai sebuah pulau yang penuh untuk dan misteri, Tidak hanya itu, bahwa di tengah suku bangsa yang beragam (bermacam-macam), tanah Papua juga terdapat beragam suku, bahasa, dan budayanya yang unik, sehingga ia selalu menjadi perhatian dari banyak pihak. 


Semuanya amat menggiurkan. Jika anak anak Papua mulai terpengaruh dengan berbagai persoalan yang datang dari luar, seperti miras, dadu kartu dan lainnya siapa yang akan olah tanah Papua yang kaya itu, anak Papua harus sadar, karena Papua butuh kita anak anak mudah Papua yang masih di bangku sekolah yang masih menempuh pendidikan di Indonesia.


Tidak heran bila banyak orang yang penasaran dan terkagum karena keindahannya yang tak terelakkan (tidak dapat dijangkau) oleh siapa pun yang menyaksikan dan menikmatinya. Dari kenyataannya, ciri-ciri orang Papua adalah mempunyai kulit berwarna hitam dan keriting rambut. Mereka (Orang Papua) adalah manusia yang mempunyai harga diri dan bermartabat. 


Akan tetapi, bangsa lain dan orang lain sering menghina dan bahkan menjuluki bangsa ini (Papua) dengan beragam sebutan, seperti "Monyet, Tikus, dan Sampah". Itu artinya bahwa derajat dan martabat orang Papua sebagai manusia yang memiliki harga diri dan martabat dihina dan bahkan diremehken oleh bangsa dan orang lain yang tidak memiliki nilai kemanusiaan di dalam diri dan bangsanya. 


Dengan itu anak Papua harus jaga tanah dengan baik jika ingin nikmati Papua ini dengan baik.


Tidak hanya itu, bahwa ada realitas lainnya yang sangat menonjol ialah tanah air leluhurku sedang diperkosa, dikucilkan, dan bahkan dirampas oleh manusia-manusia yang tidak memiliki nilai-nilai etis. Terkadang, saya sendiri merasa heran mengapa Tuhan menciptakan manusia yang sifat dan kelakuannya yang demikian. 


Saya sering menjadi heran dengan semuanya ini. Di manakah keadilan dan kasih Tuhan terhadap bangsa ini? Mengapa Tuhan membiarkan rakyat Papua terus menderita sepanjang hayat di atas tanah yang memiliki sumber daya alam? Tuhan... Keadilan ini di mana? Apakah ada di tengah manusia di Papua.


Akhirnya bahwa, kehidupan manusia tidak bisa di batasi oleh siapapun dengan cara apapun, kecuali Tuhan, itu pun sesuai rencana nya dengan itu tanah Papua selain dikenal sebagai tanah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi realitas kehidupan rakyat Papua sendiri tidak menjanjikan harapan hidup di atas tanahnya sendiri. 


Artinya bahwa, walau orang Papua terlihat mereka sedang bernafas, tetapi mereka sendiri belum menikmati arti dari sebuah kehidupan yang senbenarnya, yakni kehidupan yang seharusnya dapat dijalani dengan rasa aman, tentram, adil, tanpa kekerasan, sejahtera, berpendidikan, sehat, tidak distigmatisasikan, tidak dieksploitasi atas hak-hak tubuh, nyawa, semangat hidup, hak atas tanah dan seluruh kekayaan alam, budaya, politik dan lainnya di tanah Papua.


Dengan melihat banyak dampak sosial dan kehidupan manusia Papua yang semakin hari semakin berubah, anak mudah Papua harus menulis, menulis gratis, menulis tidak bayar.


Siapapun bisa menulis dan bisa jadi penulis dengan menulis kita bisa sampai perasaan dan dengan menulis juga kita bisa mengasah kemampuan dan keterampilan untuk menjadi pribadi yang bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk sehingga Tuhan juga bisa berikan kita umur yang panjang untuk itu kita bisa menjaga tanah kita tanah tercinta Papua.



Penulis adalah Jurnalis WAGADEI.ID

Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel